AlurNews.com – Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ikut menghidupkan geliat ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang melalui Economy Creative Festival (ECF) 2026.
Festival yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH itu menghadirkan beragam kreativitas mahasiswa di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Sabtu (3/10/2026).
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza membuka langsung ECF 2026. Ia mengapresiasi mahasiswa yang berani membawa gagasan dan kreativitas keluar dari lingkungan kampus untuk dinikmati masyarakat.
Baca Juga: 1.336 Mahasiswa UMRAH Siap Mengabdi Lewat KKN di Kepri
“Saya bangga dengan anak-anak muda UMRAH, khususnya BEM FEBM. Ini baru mahasiswa. Tidak hanya berdiskusi di dalam kampus, tetapi juga langsung mempraktikkan ide dan kreativitas dengan menggelar festival ekonomi kreatif di jantung Kota Tanjungpinang,” ujar Ariza, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Menurut Ariza, kegiatan seperti ECF menunjukkan potensi generasi muda Tanjungpinang dalam menciptakan inovasi sekaligus melihat peluang di sektor ekonomi kreatif.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mengembangkan karya hingga menjadi peluang usaha. Menurutnya, gagasan sederhana dapat memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan secara konsisten.
“Jangan hanya menjadi penonton perubahan zaman, tetapi jadilah bagian dari orang-orang yang menciptakan perubahan. Jangan takut memulai, jangan takut berbeda, dan jangan takut gagal,” pesannya.
Ariza juga menilai dunia usaha membutuhkan anak muda yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi mampu membaca peluang, berani mencoba, serta memiliki daya tahan ketika menghadapi kegagalan.
“Jangan takut untuk memulai usaha sejak mahasiswa dan teruslah konsisten dalam berkarya. Kegagalan adalah bagian dari proses. Jadilah pengusaha muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Ariza.
ECF 2026 berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan sejumlah atraksi dan kegiatan kreatif. Festival Drumband diikuti enam peserta perwakilan sekolah, sedangkan Festival Modern Dance melibatkan 13 peserta.
Selain itu, 30 peserta ikut dalam ajang Cosplay. Festival juga menghadirkan Bazar UMKM Mahasiswa dengan 56 stan yang menawarkan beragam produk karya mahasiswa. (red)
















