AlurNews.com – Billy Mambrasar, putra asli Papua yang berkiprah di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, meraih penghargaan The Outstanding Young Persons (TOYP) Indonesia 2026. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk anak-anak Papua dan Indonesia yang berjuang di tengah keterbatasan.
Billy, yang memiliki nama lengkap Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, menerima penghargaan dari Junior Chamber International (JCI) di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Ia terpilih sebagai satu dari 10 pemuda berprestasi nasional dalam kategori Personal Improvement and/or Accomplishment.
Berdasarkan keterangan timnya, Billy menjadi putra asli Papua pertama yang menerima penghargaan tersebut. Pengakuan ini diberikan atas perjalanan hidupnya mengatasi keterbatasan serta kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Billy Mambrasar Soroti Sulitnya UMKM Kepri Mengakses Modal hingga Pasar Ekspor
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk anak-anak Papua dan seluruh anak Indonesia yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. Saya berharap mereka melihat bahwa tempat kita dilahirkan dan keadaan ekonomi keluarga tidak harus membatasi sejauh mana kita dapat belajar, berkarya, dan mengabdi,” ujar Billy.
Berasal dari Kepulauan Yapen, Papua, Billy menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, University of London, Australian National University, dan Harvard University. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan berbagai program sosial.
Melalui Kitong Bisa Foundation Indonesia yang didirikannya, Billy mendorong akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat adat Papua. Profilnya yang dipublikasikan Obama Foundation mencatat yayasan tersebut telah membantu membuka akses pendidikan bagi lebih dari 50.000 pelajar masyarakat adat serta mendukung lebih dari 1.000 wirausaha melalui bantuan permodalan.
Ia juga mendirikan CONTAINDER, usaha sosial yang berfokus pada persoalan sampah, dan pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024.
Billy mengikuti program Obama Foundation Leaders Asia-Pacific 2025–2026. Saat ini, ia menjadi dosen dan peneliti kebijakan ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam, serta berkontribusi dalam pembangunan Papua dan pengembangan investasi di Batam melalui perannya sebagai Staf Khusus Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam.
Bagi Billy, keberhasilan bukan hanya tentang pendidikan, jabatan, atau penghargaan, melainkan juga manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kesempatan belajar yang saya peroleh harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. Bagi saya, ukuran keberhasilan adalah ketika semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan, semakin banyak keluarga memiliki penghidupan yang lebih baik, dan semakin banyak anak muda berani menentukan masa depannya,” katanya.
Ia berharap penghargaan tersebut mendorong terbukanya lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, khususnya anak-anak Papua, untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. (Nando)


















