Ridwan Kamil Minta Maaf

AlurNews.com – Ridwan Kamil tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Setelah prosesi pemakaman putranya di Islamic Centre Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Jawa Barat, Senin (13/6) selesai Ridwan Kamil pun menguatkan diri untuk menghampiri awak media di lokasi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin atas dukungan dan doa selama pencarian hingga pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz. Tak hanya itu, pada seluruh masyarakat yang ikut mendukung mulai sejak pencarian hingga menghantarkan jenazah putranya ke tempat peristirahatan terakhir pun juga ia haturkan banyak terimakasih.

“Atas nama keluarga almarhum Emmeril Kahn Mumtadz, saya yang pertama menghaturkan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, kepada Bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju,” ungkap Ridwan Kamil.

“Terima kasih sekali lagi kepada masyarakat yang sudah mendoakan,” lanjutnya.

1. Meminta Maaf Kepada Masyarakat

Meski begitu, Ridwan Kamil pun meminta maaf pada masyarakat yang terganggu perjalanannya karena rangkaian prosesi pemakaman.

“Saya memohon maaf di hari ini jika dalam prosesi pemakaman membuat masyarakat tidak nyaman di perjalanan. Kami tidak bermaksud tapi antusiasme masyarakat tidak bisa kami hindari,” ujarnya.

2. Mengaku Belum Bisa Banyak Bicara

Selain itu, tanpa mengurangi rasa hormat, Ridwan Kamil mengaku belum bisa banyak bicara. Apabila telah siap dan sudah waktunya, dirinya akan berbicara lebih panjang.

“Nanti ada waktunya saya bicara lebih panjang lebih baik tapi izinkan kami beradaptasi dengan situasi mohon izin tidak ada pertanyaan dulu dan kalau ada kekurangan kami saat meliput mohon maaf,” pungkasnya.

3. Tak Kuasa Menahan Tangis

Ada yang menjadi sorotan di pemakaman Eril. Seperti yang diketahu bahwa Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya, serta keluarga berusaha tegar. Namun di momen pemakaman mereka tak kuasa menahan kesedihan. Dilihat dari banyaknya pelayat yang hadir, tampaknya tak hanya keluarga yang kehilangan sosok Eril, namun seluruh tamu yang hadir juga merasakan hal yang sama.