“Sekarang arus barang dan jasa menjadi lambat karena harus ke kota Tanjungpinang dulu akibatnya waktu dan biaya transportasi menjadi tidak efisien,” ujar Gubernur Ansar.
Selain itu, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Bintan juga akhirnya diakomodir.
Menurut Ansar, penyelesaian krisis air bersih juga menjadi prioritas Pemerintah Pemprov Kepri dengan pembangunan SPAM Regional Pulau Bintan.
Dengan semakin sering terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau maka dibutuhkan pasokan air bersih untuk memasok kebutuhan masyarakat pulau Bintan, ditambah dengan semakin meningkatnya aktivitas perekonomian sejalan dengan meningkatnya kebutuhan air bersih.
Tidak hanya itu, pusat juga mengakomodir usulan pembangunan bangunan pengendali banjir Batam-Bintan, pembangunan pelabuhan samudera Teluk Buton Natuna, penyediaan air baku DAS Kawal Tahap 2.
Selanjutnya, usulan program pemberdayaan dan pembinaan kemitraan usaha sebagai pemasok industri pariwisata pun diakomodir pusat.
Bahkan, dengan komitmen Gubernur Ansar, patut disambut bahagia pula oleh masyarakat Kota Batam. Dimana usulan pembangunan flyover Simpang Kabil akhirnya ikut diakomodir Pemerintah Pusat.
Hingga proposal program prioritas terkait jumlah siswa SMK yang tersertifikasi, jumlah tenaga pendidikan yang meningkatkan kompetensinya, dan tenaga kerja industri yang mendapatkan sertifikat kompetensi pun diakomodir pusat.
















