2 Tahun Pimpin Kepri, Ansar Bawa Realisasi Investasi Kepri Capai Rp38,4 T

PPKM Dicabut
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Kepri

AlurNews.com – Selama 2 tahun Ansar Ahmad menjabat sebagai Gubernur Kepri, realisasi investasi di Kepri dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 38,24 triliun dengan total lebih dari 10 ribu proyek.

Pencapaian realisasi investasi tersebut membuat Kepri dilirik Pemerintah Pusat untuk dijadikan salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang memuat proyek investasi dalam penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) proyek prioritas strategis oleh Kementerian Investasi/BPKM pada Agustus tahun 2022 yang lalu.

Kemenko Perekonomian saat ini juga tengah menyiapkan master plan pembangunan Kepri yang berbasis potensi daerah di 7 Kabupaten/Kota yang diharapkan ke depan Kepri akan menjadi lokomotif investasi di Indonesia.

Baca juga: Incar Pasar Singapura, Malaysia Investasi Rp350 Miliar Bangun Peternakan Ayam di Batam

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau, di tahun 2021, realisasi investasi PMA di Kepri mencapai USD USD 1.043 Juta atau Rp15,24 triliun dari 2.383 proyek, dan realisasi investasi PMDN senilai Rp9,77 triliun dari 5.007 proyek.

Sedangkan untuk tahun 2022 sampai dengan triwulan III, realisasi investasi PMA senilai USD 660 juta atau Rp9,47 triiun dari 1.286 proyek. Kemudian realisasi PMDN mencapai Rp3,76 triliun dari 1.388 proyek.

Ansar mengatakan, realisasi investasi tersebut menandakan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Kepri tetap tinggi meskipun saat ini perekonomian dunia sedang tidak pasti pasca pandemi dan akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

“Memang dalam kondisi seperti saat ini pasti para investor sangat berhati-hati. Namun dengan segala potensi yang kita miliki, pasti membuat investor tertarik” ujarnya, Jum’at (20/01), dikutip dari laman resmi Pemrprov Kepri.

Hall ini dibuktikan dengan eksisnya para investor di 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, yakni KEK Galang Batang, KEK Nongsa Digital Park, dan KEK Batam Aerotechic. Ditambah ada tiga kawasan perdagangan bebas di Kepri atau Free Trade Zone (FTZ) yang meliputi Batam, Bintan, dan Karimun.

Menurut Ansar, semangat mendorong investasi ke Kepri sudah menjadi prioritas sejak Awal. Berbagai diskresi dan kemudahan telah diberikan kepada calon investor melalui DPMPTSP untuk menarik minat investasi di Kepri. (Pije)