Rempang Eco City, Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City

Pemerintah menyiapkan lokasi pemukiman baru yang diberi nama “Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City”. Program ini memiliki slogan “Bermukim di Kampung Baru, Agar Sejahtera Anak Cucu”.

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju, lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Kampung ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pengembangan kawasan Rempang.

Fasilitas Hunian Tetap

  • Masyarakat mendapatkan hunian 1 rumah baru tipe 45 senilai 120 juta rupiah, dengan luas tanah maksimal 500 m2. 1 rumah terdampak akan diganti dengan 1 hunian baru.
  • Bebas biaya UWT selama 30 tahun, gratis PBB, BPHTB, dan sertifijat SHGB.
  • Lokasi hunian berada di tepi laut, tepatnya di Dapur 3, Si Jantung, Pulau Galang, sangat menguntungkan masyarakat untuk melaut dan menyandarkan kapal.
  • Row jalan utama menuju hunian adalah 8 meter. Row jalan dalam kawasan sepanjang meter.
  • Lahan hunian baru yang luas dapat diberdayakan untuk mengembanhkan kegiatan usaha, berkebun atau bercocok tanam.
  • Fasilitas lengkap dengan pendidikan (SD, SMP hingga SMA), pusat layanan kesehatan, olahraga dan sosial.
  • Fasilitas ibadah (Masjid dan Gereja).
  • Fasilitas Tempat Pemakaman Umum yang tertata.
  • Fasilitas Dermaga bagi kapal-kapal besar dan trans hub.
  • Prioritas untuk diikutkan pendidikan teknis untuk dapat bekerja di lingkungan Rempang Eco-City.
  • Bantuan pendidikan bagi murid berprestasi.
  • Sekolah akan berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kota dan Provinsi.
  • Kampung Nelayan atau Nelayan Marime City akan dikembangkan di dalam kawasan Hunian tetap.
  • Kawasan hunian akan dielevasi menjadi Kampung Wisata Unggulan yang mewakili budaya melayu, berdaya saing secara ekonomi dan berkesinambungan bagi masa depan generasi.

Kampung Baru, Rumah Berbahtera, Berbudaya dan Sejahtera

Sebagai upaya mendorong percepatan Pengembangan Rempang Galang, Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan relokasi sementara hingga rumah permanen untuk masyarakat Rempang Galang.

BP Batam telah menetapkan jadwal relokasi sementara untuk masyarakat Rempang Galang akan dimulai pada 20 September 2023.

Adapun lokasi untuk relokasi sementara itu diantaranya Rusun BP Batam; Rusun Pemerintah Kota Batam; Rusun Jamsostek; Ruko dan Perumahan.

Setelah masyarakat Rempang Galang direlokasi ke tempat sementara, BP Batam akan melakukan pematangan lahan, yang akan dilakukan selama 6 bulan setelah penunjukan penyedia jasa.

Adapun target dari pematangan lahan ini akan dimulai pada 1 Oktober 2023. Terakhir, pembangunan rumah baru di Dapur 3 itu, akan dijalankan selama 12 bulan setelah pematangan lahan.

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah menyiapkan hunian sementara untuk masyarakat Rempang yang terdampak Proyek Stategis Nasional Rempang Eco-City.

Untuk hunian sementara yang telah disiapkan itu, diantaranya Rusun BP Batam; Rusun Pemko Batam; Rusun Jamsostek; serta ruko dan rumah.

Setiap orang dalam satu keluarga akan mendapatkan biaya hidup yang sebelumnya sebesar Rp1.034.636 per orang, dinaikkan menjadi Rp1.200.000 per orang dalam satu KK. Biaya hidup per orang tersebut termasuk biaya air, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Selain biaya hidup, masyarakat juga akan mendapatkan biaya sewa sebesar Rp1.200.000 per bulan, yang naik dari sebelumnya sebesar Rp1.000.000.

Apabila nantinya masyarakat memilih untuk tinggal di tempat saudara atau di luar hunian yang telah disediakan, maka uang sewa ini akan diberikan kepada masyarakat tersebut, setiap bulannya.

“Hunian baru dan biaya hidup ini, kami berikan sampai rumah permanen baru masyarakat Rempang yang terdampak selesai dibangun,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (12/9/2023).

(Redaksi)