
AlurNews.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus dijalankan secara serius dan konsisten oleh seluruh perusahaan, khususnya yang beroperasi di Kota Batam.
Menurut Ansar, K3 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan tenaga kerja sekaligus menjadi indikator kualitas industri di mata nasional dan internasional.
“Penerapan K3 harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas. Ini menyangkut keselamatan pekerja sekaligus citra industri kita di tingkat nasional dan global,” ujar Ansar dalam upacara Peringatan Bulan K3 yang dipusatkan di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Kota Batam, Kamis (5/1/2026).
Ansar juga meminta manajemen perusahaan untuk bersikap tegas terhadap karyawan yang melanggar aturan K3 di lingkungan kerja. Ketegasan dinilai penting untuk menanamkan budaya keselamatan kerja secara menyeluruh.
“Perusahaan harus memberikan sanksi tegas kepada karyawan yang tidak menaati aturan K3. Bila sudah diberi peringatan namun tetap mengabaikan, maka perlu diambil langkah tegas, bahkan sampai dikeluarkan,” jelasnya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kepri siap memberikan pendampingan kepada perusahaan apabila menghadapi gugatan dari karyawan terkait penegakan aturan K3 tersebut.
Di sisi lain, Ansar menegaskan sanksi tegas juga akan diberikan kepada perusahaan yang lalai dalam menerapkan K3. Pemerintah Provinsi Kepri, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), akan melakukan pengawasan ketat.
“Saya sudah perintahkan Disnaker Kepri, jika masih ada perusahaan yang abai terhadap K3, apalagi sampai terjadi kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa, maka akan diberikan teguran keras hingga sanksi penutupan sementara,” tegasnya.
Ansar juga mengingatkan agar insiden kecelakaan kerja seperti yang pernah terjadi di PT ASL tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Kejadian itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Ke depan, tidak boleh ada lagi kecelakaan kerja,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah, menyatakan dukungan penuh terhadap program K3 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kepri. Ia memastikan seluruh perusahaan di Kawasan Industri Batamindo telah menjadikan K3 sebagai standar utama dalam operasional.
“Saat ini sekitar 90 persen perusahaan di Kawasan Batamindo telah mencapai zero incident. Penerapan K3 merupakan kewajiban sekaligus indikator penting bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Batam,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak pengelola menargetkan pada tahun 2026 seluruh perusahaan di Kawasan Industri Batamindo dapat mencapai zero accident secara menyeluruh.
“Kami menargetkan tahun 2026 seluruh perusahaan di Batamindo benar-benar zero insiden,” ujarnya. (Nando)














