Wamenag Dorong Penguatan Ekosistem Zakat untuk Pemerataan Kesejahteraan

penguatan ekosistem zakat
Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i. Foto: Kemenag.go.id

AlurNews.com – Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menegaskan penguatan ekosistem zakat menjadi kunci dalam mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, terus memperbaiki regulasi, tata kelola, dan sistem pengawasan agar manfaat zakat lebih optimal.

Romo menilai zakat memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat jaring pengaman sosial. Karena itu, ke depan pemerintah akan memperjelas pembagian peran antar lembaga pengelola zakat.

“Kami ingin menegaskan bahwa Baznas berperan sebagai operator, sementara Kementerian Agama sebagai regulator yang menetapkan kebijakan dan melakukan pengawasan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026), dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Ia menjelaskan, penguatan sistem dilakukan melalui integrasi data zakat dengan data kemiskinan nasional, termasuk pemanfaatan data tunggal sosial ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu membuat penyaluran zakat lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah akan memperketat sistem pelaporan dan audit terhadap seluruh pengelola zakat, baik Badan Amil Zakat Nasional maupun lembaga amil zakat (LAZ).

“Seluruh pengelola zakat wajib menyampaikan laporan secara berkala dan akan diaudit secara syariah untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.

Romo menambahkan, pemerintah juga mendorong digitalisasi pengelolaan zakat guna meningkatkan efisiensi dan transparansi. Meski demikian, penerapan teknologi tetap harus sesuai dengan prinsip syariah.

“Digitalisasi akan kita atur agar transparan, akuntabel, dan tetap sesuai standar syariah,” ujarnya.

Langkah strategis lain yang disiapkan yakni penguatan legalitas amil zakat hingga tingkat akar rumput, termasuk pengelolaan zakat di masjid agar terintegrasi dengan sistem nasional. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi turunan untuk memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan.

Romo berharap, dengan penguatan kebijakan dan meningkatnya partisipasi masyarakat, zakat dapat menjadi instrumen utama dalam pembangunan sosial.

“Dengan gerakan bersama dan penguatan regulasi, zakat diharapkan menjadi pilar penting dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan di Indonesia,” kata dia. (red)