Pemko Batam Perluas Akses Pendidikan Anak Hinterland

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia bersilaturahmi dengan ketua RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat Galang, Selasa (14/7/2026). Foto: Diskominfo Batam

AlurNews.com – Pemerintah Kota Batam terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan hinterland sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing.

Tahun ini, lima anak hinterland mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sementara 30 lainnya diterima di Politeknik Negeri Batam.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat bersilaturahmi dengan ketua RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat Kecamatan Galang di Kantor Camat Galang, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Pemko Batam Sediakan Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar Hinterland

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kesejahteraan nelayan, penyediaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan pendidikan di kawasan Galang dan Rempang.

Salah seorang tokoh masyarakat, Suherman, mengusulkan agar sekolah yang akan dibangun di kawasan Rempang Eco-City berupa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mengingat wilayah tersebut telah memiliki tiga SMA.

“Kami berharap sekolah yang dibangun nantinya adalah SMK agar mampu mencetak tenaga kerja yang siap bersaing dan sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya, dikutip dari Media Center Pemko Batam.

Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemko Batam dalam menyiapkan masa depan generasi muda, terutama di wilayah hinterland.

“Pendidikan merupakan sarana mobilitas sosial yang paling efektif. Inilah investasi masa depan Batam. Masa depan Galang akan ditentukan oleh bagaimana kita mempersiapkan generasi mudanya hari ini,” ujarnya.

Selain mengirim pelajar ke ITS dan Politeknik Negeri Batam, Pemko Batam juga tengah merancang pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih Terintegrasi yang dilengkapi SMK berstandar internasional. Program tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Dengan pola komunikasi langsung melalui silaturahmi bersama masyarakat, Amsakar berharap setiap kebijakan pembangunan, termasuk di bidang pendidikan, benar-benar menjawab kebutuhan warga di kawasan Galang dan Rempang. (red)