
AlurNews.com – Pemerintah Kota Batam menetapkan produk unggulan UMKM 2026 setelah melalui proses inventarisasi dan kurasi terhadap 180 produk dari 12 kecamatan. Produk terpilih selanjutnya akan mendapat ruang promosi dan pemasaran di sejumlah lokasi strategis.
Penetapan tersebut berlangsung dalam Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026). Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar menyerahkan penghargaan kepada para pelaku UMKM terbaik dari tingkat kecamatan hingga kota.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim mengatakan proses pemilihan produk telah berjalan sejak April 2026. Sebanyak 180 produk makanan, minuman, kerajinan, dan desain dari 12 kecamatan masuk dalam tahap awal seleksi.
Baca Juga: Staf Khusus Presiden Dorong Batam Bangun KEK UMKM untuk Ekspor
Tim independen dan profesional kemudian mengkurasi produk berdasarkan 10 kriteria, di antaranya kualitas, keunikan, inovasi, kemasan, legalitas, kontinuitas produksi, serta daya saing.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” jelas Salim, dikutip dari Media Center Pemko Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Pemko Batam akan memperluas akses pemasaran agar produk UMKM terpilih semakin dikenal. Pemerintah sebelumnya telah menghadirkan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang dan menyiapkan titik promosi baru di Gedung DPRD Kota Batam serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Amsakar menilai perluasan pasar penting untuk mendorong UMKM berkembang sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Kami dan Ibu Li Claudia (Wakil Wali Kota Batam) sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata untuk memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Amsakar.
Menurut Salim, keberadaan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang juga menunjukkan perkembangan positif dan telah mencatat penjualan sejak beroperasi. Pemerintah kini mempersiapkan sejumlah lokasi lain sebagai titik pemasaran produk lokal.
Amsakar juga melihat pertumbuhan pariwisata Batam sebagai peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. Produk lokal dinilai dapat memanfaatkan tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di kota tersebut. (red)














