AlurNews.com – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, begitu kita mengenalnya saat ini. Perjalanan hidupnya perlu disimak dan dapat menjadi inspirasi siapapun.
Dari Sungai Buluh, Lingga ia hijrah ke Pekanbaru untuk menempuh pendidikan, lalu menempuh karir di Kota Madani.
Dilansir laman amsakarachmad.com, masa kecilnya dihabiskan di tanah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan dari jenjang SD sampai SMA di sana.
Bermodalkan tekad pria yang lahir di Bunda Tanah Melayu ini, berangkat ke Pekanbaru untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Riau.
Baca juga : Amsakar untuk 2024 Menggema di Rapat Paripurna DPRD Batam
Saat itu tak banyak di kampungnya, pemuda dan pemudi yang menempuh pendidikan jejang ke universitas.
Sejak remaja Amsakar memiliki pemikiran yang brilian. Hal ini dibuktikannya dengan menjadi mahasiswa terbaik I Fisipol UNRI dan mahasiwa terbaik III UNRI.
Nasib Amsakar Achmad seusai lulus kuliah, sempat bekerja serabutan. Namun, akhirnya ia ditawari menjadi asisten dosen.
Sejak menjadi asdos kehidupan Amsakar mulai mengalami sedikit pertumbuhan. Ia pun mengikuti tes CPNS dan lulus sebagai Manwil Hansip Kota Batam.
Lulusnya Amsakar menjadi sebuah pilihan yang cukup sulit, sebab ia sudah berkeluarga. Kondisi ekonominya juga masih pas-pasan.
Saat awal pindah ke Batam, Amsakar tidak memboyong istri dan anaknya. Sebab, untuk biaya kepindahan Amsakar sendiri, ia terpaksa menjual televisi dan sepeda motor astrea kesayanganya.

















