
AlurNews.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan pariwisata di Batam menarik minat perusahaan Singapura. Hal itu diungkapkan sebuah perusahaan Singapura ketika berkunjung ke BP Batam, Jumat (5/5/2023).
Dalam pertemuan itu, perusahaan tersebut mengatakan Batam memiliki lokasi yang sangat potensial menjadi daerah tujuan baru world-class medical tourism di wilayah Asia.
Melihat potensi tersebut, pihaknya secara serius ingin melakukan pembahasan terkait prosedur, prospek, fasilitas dan langkah awal yang harus dilakukan apabila perusahaanya ingin mengembangkan SEZ di Batam.
Baca juga: BP Batam Paparkan KEK Kesehatan Internasional Sekupang pada Insight Webinar di Singapura
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan perusahaan ini menawarakan konsep SEZ terintegrasi, yang di dalamnya terdapat sub industries, outlet, medical specialist, hotel, villa dan bagian lainnya yang saling terintegrasi dalam satu kawasan.
Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan KEK Kesehatan Sekupang dan KEK Pariwisata Nongsa yang saat ini tengah disiapkan BP Batam.
“Minat investasi ini sejalan dengan harapan dari Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi. Beliau berharap nanti Batam memiliki premium outlet di dalam sebuah kawasan yang terintegrasi,” kata Tuty.
Turut hadir pula dalam pertemuan itu Kepala Pusat Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir, Plt. Kabag Promosi Sofyan dan tim.
Kepala Pusat Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir menyambut baik kunjungan dari Singapura ini. Dia siap menerima masukan dan membantu asistensi proses realisasi minat investasi ini.
Hal ini menurutnya sesuai dengan komitmen Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam mempercepat dan mendukung terbentuknya KEK Kesehatan Internasional Batam di Sekupang seluas 44,5 Ha, yang ke depan diproyeksikan dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk Kota Batam. (Pije)

















