
AlurNews.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima penghargaan kategori Dukungan Pemerintah Daerah pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kepulauan Riau.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPMP Kepri, Warsita, dalam Malam Apresiasi Pendidikan dan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Planet Holiday Hotel, Sabtu (14/2/2026) malam.
Apresiasi itu diberikan atas komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mendukung implementasi Program MBG yang menjadi kebijakan nasional di sektor pendidikan dan kesehatan siswa.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama daya saing daerah.
“Mustahil berbicara tentang daya saing jika SDM tidak dipersiapkan dengan baik. Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk mengubah kehidupan, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak diperhitungkan menjadi diperhitungkan,” ujarnya, dikutip dari Media Center Pemko Batam.
Ia menyebut Program MBG sebagai langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi investasi masa depan. Di Batam, kami mengawal agar pelaksanaannya berdampak langsung pada kesehatan siswa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari dapur mandiri hingga pemberdayaan petani,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, didukung alokasi anggaran pendidikan yang signifikan pada 2025–2026. Pemko Batam menganggarkan sekitar Rp1,1 triliun untuk Dinas Pendidikan dari total APBD Rp4,3 triliun.
Pemerintah juga membagikan 105.670 stel seragam gratis bagi siswa SD dan SMP serta menyalurkan beasiswa kepada 2.025 mahasiswa, termasuk dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.
Ia menambahkan, capaian sektor pendidikan turut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam yang kini berada di angka 83,8, tertinggi di Kepulauan Riau.
“Jika IPM meningkat, kemiskinan menurun, dan ekonomi tumbuh, berarti tata kelola pemerintahan berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Kegiatan apresiasi pendidikan tersebut berlangsung 13–15 Februari 2026 dan menjadi forum konsolidasi pemangku kepentingan pendidikan di daerah. (red)

















