Gagalkan 167 Calon PMI Ilegal ke Malaysia, Imigrasi Batam Tangkap 2 Fasilitator di Pelabuhan Batam Center

Gagalkan 167 Calon PMI Ilegal ke Malaysia, Imigrasi Batam Tangkap 2 Fasilitator di Pelabuhan Batam Center
AlurNews.com, Batam – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama Polresta Barelang menggagalkan keberangkatan 167 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang hendak menuju Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Minggu (20/4/2026).
Selain menggagalkan keberangkatan ratusan calon pekerja migran ilegal tersebut, petugas juga mengamankan dua orang yang diduga sebagai fasilitator atau pengurus perjalanan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan perlindungan warga negara Indonesia di wilayah perbatasan.
“Sebanyak 167 orang berhasil kami amankan saat akan berangkat menuju Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center. Dari hasil pengembangan, dua orang yang diduga berperan sebagai fasilitator juga telah diamankan,” kata Wahyu dalam konferensi pers, Senin (29/4/2026).
Menurut dia, kedua tersangka diduga mengatur seluruh kebutuhan keberangkatan para calon PMI, mulai dari pengurusan dokumen perjalanan hingga penyediaan tiket.
Petugas menduga para calon pekerja migran tersebut akan diberangkatkan secara non-prosedural tanpa melalui mekanisme resmi yang ditetapkan pemerintah.
Wahyu menegaskan, langkah tegas ini dilakukan untuk menekan praktik pengiriman tenaga kerja ilegal yang berisiko tinggi terhadap eksploitasi, penipuan, hingga perdagangan orang.
“Penindakan ini penting untuk memberikan efek jera kepada para pelaku yang mencari keuntungan pribadi dengan mengabaikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penggagalan ini tidak terlepas dari sinergi antara Imigrasi Batam dan Polresta Barelang dalam memperketat pengawasan di pintu keluar masuk internasional, khususnya wilayah Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Menurut Wahyu, pengawasan di seluruh titik perlintasan internasional akan terus diperketat sesuai arahan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Batam selama ini menjadi salah satu jalur strategis yang kerap digunakan untuk keberangkatan PMI non-prosedural ke Malaysia karena letaknya yang berbatasan langsung dan memiliki akses pelabuhan internasional.
“Kami memastikan setiap warga negara yang bepergian ke luar negeri memiliki dokumen yang sah dan melalui prosedur yang benar,” katanya.