Selamat Jalan Jakob Oetama, Maestro Jurnalistik Indonesia Telah Pergi

AlurNews.com – Jakob Oetama nakhoda di Kompas Gramedia, pada Rabu (9/9) beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Almarhum meninggal dunia dengan tenang di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB dalam usia 88 tahun.

Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral mengatakan Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. 

“Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” jelasnya, Rabu (9/9). 

Awalnya, Jakob Oetama memulai karier sebagai pendidik alias guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga akhirnya di medio 1960-an mulai membangun cikal bakal Kompas Gramedia, yakni majalah Intisari bersama sahabatnya Petrus Kanisius (PK) Ojong. Eratnya persahabatan Jakob Oetama dengan PK Ojong bisa jadi berawal dari kesamaan pandangan politik dan nilai kemanusiaan yang dianut.

Hal itu juga yang menjadikan Jakob dan Ojong melahirkan majalah tersebut yang edisi perdananya terbit pada 17 Agustus 1963. Duet Jakob dan Ojong sepakat untuk melahirkan majalah berlandaskan kemanusiaan, yang berisi saripati ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Beberapa tahun kemudian duet Jakob-Ojong melahirkan koran yang dapat menjadi alternatif, pilihan lain dari banyaknya media partisan yang terbentuk akibat kondisi politik pasca-Pemilu 1955.

Jakob Oetama dan PK Ojong mempunyai harapan koran baru, Kompas, itu bukan corong partai, berdiri di atas semua golongan, bersifat umum, dan berdasarkan kemajemukan Indonesia. “Dia harus mencerminkan miniaturnya Indonesia,” ujar Jakob saat itu.

Seiring berkembangnya usaha media cetak, Jakob Oetama juga turut mendirikan media ekonomi yakni Kontan. Jakob menyebutkan dalam perkembangan bangsa yang pesat ini ia melihat masalah-masalah ekonomi yang selalu dialami setiap insan semakin penting didalami.

“Kami terpanggil untuk menyediakan media yang menjawab tantangan itu. Sebuah media ekonomi & bisnis yang bukan hanya menyajikan informasi, tapi juga analisis yang dalam dengan penyajian yang ringan, populer dan menghibur pembaca,” tutur Jakob kala itu.

Hingga tutup usia, Jakob Oetama tetap menanamkan pentingnya nilai kemanusiaan dan etika jurnalistik tinggi dalam setiap laporan yang ditulis media di Kompas Gramedia. Jakob selalu menekankan, pengembangan bisnis harus sejalan dengan kepercayaan pembaca.

Oleh karena itu, menjadi media yang dipercaya merupakan salah satu nilai yang dikedepankan. Selamat jalan Pak Jakob Oetama, karya dan keteguhanmu menginspirasi kami!

(hs)