Apa Tak Sesak Nafas, Tagihan Air PT Moya dari 55 Ribu jadi 10 Juta, Pelanggan: Jadi Rindu ATB

Moya Indonesia
(Ft.istimewa)

BATAM,AlurNews.com – Dua bulan sudah PT Moya Indonesia mengoperasikan, mengelola Air bersih di Kota Batam. Sebuah persoalan kian bermunculan. Persoalan itu datang dari tagihan Air pelanggan yang melonjak naik parah.

Roy salah satu warga batam mengungkapkan, dulu dipegang oleh PT ATB, tagihan airnya tak pernah mengalami kenaikan parah. Namun sejak di kelola oleh PT Moya Indonesia. Ia pun kaget bukan main. Tagihan Air nya naik 750 persen.

“Dulu saya sering bayar paling 33 ribu. Tapi sekarang sampai 247 ribu. Gila banget!,” ungkap Roy.

Atas kenaikan itu, Roy merasa kecewa. Kehadiran PT Moya Indonesia yang diharapkan lebih baik daripada ATB. Malah menghadirkan beban berat bagi dia selaku pelanggan.

Lebih lanjut, Roy mengaku, akibat kenaikan tagihan Air yang menggila itu. Ia pun memutuskan untuk menunda pembayaran. “Malang nasibnya kita rakyat jelata ini. Malam tahun baru banyak pengeluaran. Saya sampai gak jadi bayar, kurang duitnya,” ungkap dia lagi.

Kehadiran PT Moya Indonesia yang dinilai kurang tepat mengelola Air bersih di Batam. Membuatnya rindu akan kehadiran PT ATB. “Tiba-tiba Jadi rindu ATB, kata Roy.

Roy menambahkan, bahwa pihaknya telah mengadukan hal kenaikan tagihan air miliknya ke PT Moya Indonesia. Namun, jawaban dari PT Moya Indonesia dinilainya kurang masuk akal.

“Kata mereka, takutnya ada yang bocor. Padahal dirumah selalu ada orang. Kok bocor ramai-ramai. Kan bukan saya saja yang mengalami kenaikan. Tapi merata,” ucapnya.

“Inikah solusi dari BP Batam untuk kami sebagai masyarakat kecil di Batam?,” tambahnya.

Sementara itu, Cak Ta’in Komari, Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 mengatakan, persoalan tagihan Air yang melonjak naik bukti kegagal Moya dalam mengelola air bersih di batam.

Ia menilai, kehadiran PT Moya bukan malah memberikan solusi yang terbaik malah menimbul beban berat bagi pelanggan.

Untuk itu, ia meminta agar tender pemenangan PT Moya untuk dibuka kembali. “Buka kembali alur tender pemenangan PT Moya untuk pengelolaan air bersih di Batam,” tegasnya.

“Apa dasar perusahaan tersebut bisa dimenangkan dalam tender…? Jelas tidak berpengalaman dan diragukan profesional dalam management,” kata dia kepada media ini, Selasa, 5/1/21.

Lebih lanjut kata dia, kehadiran PT Moya sejak awal hingga saat ini masih mengisahkan kontroversi. Dimana saat itu, PT ATB terkesan tidak diberikan ruang untuk mengikuti tender pengelolaan air bersih.

“Sekarang terbukti, ada konsumen yang konfirmasi ke tukang catat main tebak-tebakan karena peta pelanggan gak sesuai,” ungkapnya.

“Masak ngelola ngamur gitu…?? Jadi yang sekarang mengalami kenaikan pembayaran air minta cross check ulang semua,” tambahnya.

Cak Ta’in Komari juga menyebut, BP Batam seharusnya memberikan respon cepat terkait tagihan yang melonjak naik. “Sebab dari awal, BP Batam seakan menjamin PT Moya hadir untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Batam dibandingkan ATB. Kalau sekarang malah memberikan beban ke pelanggan. Lalu tindakan BP Batam apa?

“Cukup masyakarat di prank saat Kepala BP Batam mengatakan ingin mengambil alih pengelolaan air bersih di Batam. Ujung-ujungnya pihak swasta juga yang kembali mengelola. Jangan memuluskan kepentingan tertentu, malah mengorbankan pelanggan sekarang,” tegas Cak Ta’in Komari.

Selain Roy, sebelumnya Salah satu warga Batam, Eda juga mengeluh hal yang sama, warga Tiban Koperasi ini menyebutkan, bahwa untuk pembayaran tagihan pada bulan Desember kemarin yang mencapai angka lebih dari Rp1,5 juta.

“Saya terkejut bang begitu mengecek tagihan air secara online kemarin, pas mau bayar. Biasanya saya tidak pernah bayar tagihan sampai sebesar itu,” paparnya dikutip dari Suryakepri.com, Selasa (5/1/2021).

Tingginya tagihan air tersebut juga diakuinya tidak masuk akal lantaran sebagai pelanggan, Eda hanya tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Untuk tagihan air, Eda juga mengakui biasanya hanya membayar tagihan dibawah Rp 50 ribu, dan untuk permasalahan ini ia juga menuturkan sudah membuat laporan resmi ke PT. Moya.

“Saya sudah buat laporan resmi kemarin ke kantor SPAM Moya yang ada di Tiban. Dan saya juga sudah melakukan pengecekan apakah memang ada kebocoran, namun tidak ada saya temukan hal itu,” jelasnya.

Tidak hanya Eda, keluhan yang sama juga disampaikan oleh warga Tanjung Uncang, Batuaji, Darma Nisel yang menyampaikan bahwa untuk pembayaran Desember tagihan air di rumahnya mencapai angka Rp 1,5 juta.

Seperti struk tagihan yang dilihat persisnya tagihan bulan Desember 2020 yang harus dibayar Darma Nisel mencapai Rp1.531.050.

Padahal tagihan bulan November 2020 hanya sebesar Rp69.600. Itu berarti terjadi lonjakan sebanyak 22 kali lipat antara tagihan November dan Desember.

Adapun keluhan ini disampaikannya melalui akun media sosial Facebook miliknya, yang dilansir dari laman Wajah Batam.

Dalam postingannya, Darma Nisel juga melampirkan total tagihan miliknya yang didapatkan dari laman resmi SPAM Batam.

Tak cukup sampai disitu, Evi warga Batam juga mengaku mengalami hal yang sama. Tagihan Air miliknya juga naik drastis.

Evi mengaku, tagihan airnya di bulan November masih berkisaran Rp. 86.550.00. namun di bulan Desember, tagihan air nya melonjak naik hingga Rp. 319.050.00.

“Parah naiknya. Ini tagihan air tak masuk akal. Tagihan air yang membuat kita menjerit. Terus kemana lagi kita mau ngadu. BP Batam kemana? Inikah yang namanya pengelolaan air yang terbaik?,” kata Evi.

Evi juga menceritakan, selain tagihan air miliknya yang mengalami kenaikan parah. Salah satu warga Sagulung juga mengalami hal yang lebih parah.

“Bukan punya saya saja. Tapi ada warga Sagulung yang lebih parah. Di bulan November masih bayar 55 ribu. Bulan Desember naik tajam sampai 10 juta lebih. Apa Tak Sesak Nafas, November masih 55 Ribu, Desember Tembus 10 Juta,” ungkapnya.

(Dms)