Tewas Tertembaknya Haji Permata dan Bahar, 5 Peluru Diamankan Polisi

Haji Permata
Jenazah Almarhum Haji Permata Foto: AlurNews.com

RIAU,AlurNews.com – Polisi mengamankan 5 proyektil peluru sebagai barang bukti dalam kasus penembakan saudagar Bugis almarhum Haji Permata dan almarhum Bahar anak buahnya di Tembilahan, Inhil, Riau.

Pihak Polda Riau masih mendalami kasus yang hingga kini telah menewaskan Haji Permata, yang juga pengusaha ternama di Batam dan anak buahnya itu.

“Dari hasil otopsi kita mendapatkan 5 proyektil. Nanti akan kita uji labfor untuk melihat proyektil itu identik dengan senjata yang mana,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Kamis (21/1).

Pada Kamis ini, jajaran Polda Riau memanggil sejumlah pejabat Ba Cukai beserta petugas di lapangan untuk mengungkap kasus penembakan yang terjadi Jumat (15/1) pagi lalu itu.

Mengenai 5 proyektil peluru itu, Kombes Teddy masih akan ditindaklanjuti dengan uji labfor.

Uji labfor tersebut juga diharapkan memberikan informasi lebih detil dan jelas, misalnya mengenai ukuran jarak tembak yang dilakukan petugas.

“Apakah dalam jarak dekat atau dalam jarak jauh,” katanya dikutip Riauterkini.com.

Di luar itu, Teddy mengatakan ada 4 korban penembakan dalam operasi penangkapan terhadap rombongan Haji Permata tersebut.

Haji Permata dan Bahar seorang tekong kapal atau nahkoda kapal, meninggal akibat tembakan tersebut.

Bahar sempat dirawat di rumah sakit di Jambi dan akhirnya meninggal dunia lantaran terkena tembakan di bagian kepala.

Mengenai jumlah anak buah Haji Permata yang terkena tembakan terdapat informasi baru, yakni tiga orang, dari sebelumnya sebanyak dua orang.

Dikatakan Kombes Teddy, Abdurahman juga tertembak di bagian telapak kakinya, dan terakhir Irwan yang tertembak di bagian lengan atas sebelah kiri.

https://alurnews.com/2021/01/19/haji-permata-tewas-ditembak-rizki-faisal-tindakan-bc-berlebihan-menghilangkan-nyawa-orang-seenaknya/

“Mereka ini satu kapal, nanti perkembangan lanjut akan kita sampaikan,” tandasnya.

Dalam berita sebelumnya, Kepala Bea Cukai Tembilahan, Riau menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau, di Pekanbaru terkait penembakan Haji Permata dan anak buahnya, Kamis (21/1) siang.

Polda Riau sendiri telah melayangkan panggilan kepada sejumlah pihak terkait kasus penghadangan upaya penyelundupan rokok yang berujung pada penembakan Haji Permata dan anak buahnya itu.

Selain Kepala Bea Cukai Tembilahan, enam petugas yang melakukan penyergapan pada Jumat (15/1) pagi lalu juga dipanggil untuk diperiksa.

Namun menurut informasi, keenam petugas Bea cukai Tembilahan itu belum datang karena ada tugas di Jakarta.

Direskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Kamis (21/1), juga menambahkan, pihaknya memanggil Ketua Seksi Penindakan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.

Namun disebutkan Teddy, pihaknya belum menerima konfirmasi dari petugas tersebut.

Hari ini, Ditreskrimum Polda Riau memeriksa Kepala Bea Cukai Tembilahan.

“Kita sedang lakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bea Cukai Tembilahan sejak pukul 10.00 tadi di Polda Riau,” ujar Kombes Pol Teddy Ristiawan, Kamis (21/1).

Mengenai panggilan terhadap 6 orang petugas Bea Cukai Tembilahan yang ikut dalam operasi penangkapan diakui, pihaknya akan kembali melakukan panggilan.

“(Mereka) Tidak hadir, menurut keterangan mereka sedang berada di Jakarta. Nanti akan kita panggil lagi,” bebernya.

Dari pihak keluarga saudagar Bugis yang membawa rokok dari Batam ke Tembilahan itu, yakni Haji Permata, polda Riau juga telah memintai keterangan sebanyak 17 orang saksi.

Selain itu, ada juga 4 orang saksi yang berasal dari masyarakat Sungai Belah, Inhil yang mengetahui kejadian itu.

Sementara, dari hasil otopsi diketahui khusus Haji Permata atau yang bernama asli H Jumhan bin Selo itu mengalami luka tembak di bagian dada.

(rls)