Pembuatan Ijazah Palsu di Batam Pasang Tarif Rp 500-700 Ribu, Satu Rekan RY Masih Dicari

BATAM, AlurNews.com – Royana Yusuf (26), tersangka pembuat dokumen termasuk ijazah palsu yang dibekuk Polsek Lubukbaja, Batam mengaku ia sempat mempromosikan jasa pembuatan ijazah melalui media sosial.

Dari pengakuannya saat diinterograsi polisi, ia juga bekerja sama dengan temannya yang berinisial Her. Polisi kini masih memburu Her dan masuk dalam DPO.

Setelah dilakukan interogasi terkait dokumen berupa ijazah yang dibawa, dan dari hasil interogasi di akui oleh tersangka bahwa ijazah tersebut benar palsu dan yang membuat iklan tersebut adalah tersangka sendiri yang dibantu oleh Herjunot (masih DPO).

Pelaku pencetakan dokumen palsu bernama Royana Y (26) disergap tim dari Polsek Lubukbaja, Batam, Selasa (31/3). Royana disergap Tim Opsnal di Sei Panas, ketika ia hendak bertemu dengan kliennya.

Atas perbuatannya dokumen palsu itu, kini Royana harus meringkuk di sel tahanan.

Tim opsnal Polsek Lubukbaja mengamankan Royana setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada praktek pembuatan dokumen palsu.

Tim Opsnal Polsek Lubuk Baja langsung bergera melakukan penyelidikan mulai Selasa lalu. Saat itulah, tim mendapati Royana sedang berniat menemui pengordernya.

Saat itu juga, ia disergap beserta barang buktinya.

“Pelaku diringkus saat hendak bertemu dengan orang yang memesannya. Saat itu untuk menyerahkan dokumen palsu tersebut,” kata AKP Satria Nanda, Kapolsek Lubukbaja, Kamis (1/4).

Saat penangkapan, anggota mendapati dokumen palsu dari tangan tersangka, berupa satu lembar ijazah SMK Negeri 3 Batam dengan insial AW.

“Selain itu, kami juga menemukan satu lembar ijazah SMK Negeri 3 atas Nama inisial  MI, serta diamankan juga satu unit handphone merek Vivo V9 warna merah,” tuturnya.

Royana mengakui mencari customer nya dengan mengiklankan jasanya itu melalui media sosial yakni di Facebook. Ia menawarkan jasa edit scan dan bahkan pengurusan dokumen.

Untuk pembuatan ijazah palsu yang dikuak Polsek Lubukbaja, pelaku memasang tarif Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Korban juga mengakui untuk uang jasa Rp. 500.000 hingga Rp. 700.000. Barang bukti ijazah palsu telah dibawa ke Polsek Lubukbaja,” kata AKP Satria Nanda.(pr)