“Ini menyangkut pelayanan dasar. BP Batam harus meyakinkan masyarakat bahwa mereka mampu mengelola SPAM Batam dengan baik,” ujar .
Seperti yang diungkapkan Taba, pengelolaan air di Batam memang cukup unik. Operator harus mampu mengoptimalkan air hujan yang ditampung di waduk-waduk yang ada di Batam untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh pulau Batam.
PT Adhya Tirta Batam (ATB), operator air bersih yang mengelola air bersih di Batam selama 25 tahun, adalah perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang dengan pengelolaan air bersih di Batam.
ATB yang sudah 25 tahun menjalankan operasinya di Batam mengaku telah mengenal betul seluk beluk pengelolaan air di Batam. Dengan manajemen pengelolaan dan teknologi yang modern, ATB berahasil memberikan nilai tambah bagi pengelolaan air bersih di Batam.
Salah satu yang telah berhasil dicapai oleh ATB adalah menekan kebocoran air ATB ada di angka 14 persen. Dengan tingkat kebocoran yang sangat rendah, ATB telah membantu menyelamatkan Batam yang seharusnya sudah defisit air sejak tahun 2015.
“Batam itu memang kota dengan tantangan yang cukup sulit. Tapi, sejauh ini kita sudah berhasil melewati tantangan tersebut dengan baik,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.
ATB secara rutin juga berkoordinasi dengan Pemerintah melalui BP Batam untuk mengantisipasi potensi-potensi ancaman gangguan pelayanan air bersih di Batam. ATB sebagai operator secara reguler memberikan data yang komprehensif, agar dapat dijadikan dasar mengambil kebijakan strategis.
“Kami bersinergi dengan pemerintah, sehingga layanan air bersih di Batam mendapat predikat terbaik selama ATB beroperasi,” tutupnya. (*)

















