Rusak Menahun, Pemuda Tanjab Timur Tantang Gubernur Jambi, Bupati Lewati Jalan Seribu Lubang

Dari cerita didapatnya dari orang kampungnya, problem jalan rusak ini seolah-olah tidak ada solusi. Bahkan, terkesan ada pembiaran. Sehingga, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Berkaca dari daerah lainnya, seperti Batam. Harianto mengaku, kampung halamannya di Tanjung Jabung Timur, sangat jauh ketinggalan.

“Saya jadi bertanya-tanya, apakah pemerintah daerah sini, tidak memiliki solusi atau ide menuntaskan permasalahan ini. Bagaimanapun ini adalah tanggungjawab mereka,” tuturnya.

Harianto mengatakan, bahwa penderitaan masyarakat harus bertambah, dengan kurangnya fasilitas kesehatan. Sehingga, jika ada yang sakit dan berobat, terkadang harus dibawa menuju ke Kota Jambi.

“Bayangkan dengan jalan yang rusak parah ini, ambulance yang tidak bisa melintas jalan ini. Terkadang, kami mendapat kabar, orang sakit ini sudah meninggal di dalam perjalanan,” ujarnya.

Salah satu ruas jalan di Tanjung Jabung Timur yang rusak parah. F Harianto.

Sebagai putra daerah Tanjung Jabung Timur, Harianto merasa prihatin melihat kondisi kampung halamannya. 

“Saya menjadi bertanya-tanya, apa yang dilakukan Pemerintah Daerah. Apa yang dilakukan oleh Wakil Rakyat kami di DPRD Tanjung Jabung Timur di Provinsi. Karena yang rusak itu, adalah jalan Provinsi dan jalan Kabupaten,” ujar Harianto.

Permasalahan jalan ini, kata Harianto sudah sangat lama. Beberapa kali pemerintah daerah memperbaiki, namun jalan itu hanya bertahan 6 bulan saja. Harianto jadi bertanya-tanya, apakah tidak ada kajian dari pemerintah daerah sebelum membangun jalan.