Kurikulum Merdeka dan Perguruan Tinggi: Implementasi dan Tantangan

Saat implementasi sudah berjalan, tantangan yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kesiapan perguruan tinggi mampu mengadopsi perubahan dinamika kurikulum.

Transisis dari kurikulm yang kaku ke kurikulum yang fleksibel dan berpusat pada kebutuhan mahasiswa memerlukan waktu untuk berjalan dengan baik, selain itu tantangan soal infrastruktur dan sumber daya pendukung juga perlu diperhatikan, karena hingga saat ini masih banyak perguruan tinggi di daerah termasuk dari daerah 3T yang tidak memiliki akses memadai terhadap teknologi hingga fasilitas untuk mendukung pembelajaran yang fleksibel dan mandiri, misalnya saja pada program pengembangan desa, hingga pertukaran pelajar yang membutuhkan pendanaan dan logistik yang besar.

Dua hal utama untuk menghadapi tantangan ini adalah inveastasi dari pemerintah pusat untuk penyediaan fasilitas teknologi hingga pelatihan intensif bagi dosen, selain itu kolaborasi dari perguruan tinggi dan industry eksternal juga dibutuhkan agar dapat dikembangkan program studi yang relevan bagi kebutuhan siswa menghadapi dunia kerja.

Universitas Gajah Mada (UGM) telah menjadi salah satu kampus yang mengimplementasi program kurikulum merdeka dengan bai, mahasiswa sudah mampu mengikuti program diluar Pelajaran di kelas termasuk magang dengan Perusahaan hingga proyek pengembangan di desa (Susanti, 2023).

Serupa dengan UGM, Universitas Indonesia (UI) juga telah menjalin kemitraan dengan banyak Perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu di dunia kerja nyata.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga mengimplementasikan program ini dengan proyek pengembangan ke desa sekitar kota Malang, mahasiswa diberikan kesempatan berkontribusi langsung di Tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya implmentasi yang sudah berjalan dengan baik di beberapa kampus di Indonesia, diharapkan implementasi ini menjadi menyebar hingga ke seluruh pelosok Nusantara.

Seluruh stakeholder Pendidikan harus mampu bahu-membahu membantu implementasi ini berjalan sesuai tujuan awal hingga menjadi manfaat bagi institusi pendidikan mendorong mahasiswa menjadi agen of change setelah lulus dari perguruan tinggi.