Terpidana Kasus SBOTOP Divonis 7 Bulan Penjara: Pengacara Kecewa, Keluarga Terima

Pengacara Terdakwa Kasus SBOTOP, Ade Darmawa. Foto: AlurNews.com/Arjuna

AlurNews.com – Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam terkait kasus judi online SBOTOP. lebih rendah dari yang dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU).

JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam sebelumnye menuntut Deddy, Luis, Santoso, dan Tan Roland, dengan pidana satu tahun penjara serta denda Rp50 juta. Sementara hakim memvonis para terdakwa dengan hukuman penjara 7 bulan 15 hari, dengan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

Namun, menurut pandangan kuasa hukum terpidana, putusan tersebut tidaklah tepat. Baginya hukuman tersebut terlalu berat, seharusnya terdakwa hanya divonis hukuman percobaan saja.

Baca Juga: Sidang Judi Online SBOTOP Masih Berjalan, Pengacara Terdakwa Ungkap Kejanggalan

“Saya kecewa terhadap keputusan hakim. Mereka ini anak-anak muda yang punya masa depan cerah, hanya saja mereka terjebak. Mereka ini korban. Mereka bukan bos atau bandar besar judi online,” kata pengacara terdakwa, Ade Darmawan, Kamis (30/5/2024).

Kasus ini sama halnya dengan perkara yang pernah ia tangani di Jakarta. Kebanyakan, para terpidana yang dihukum ialah korban, atau bahkan bisa disebut sebagai tumbal. Di sisi lain, pengoperasian judi online terus berjalan sampai hari ini.

“Saya banyak menangani kasus serupa di Jakarta. Mereka yang jadi korban ini adalah anak-anak muda. Di Jakarta, terdakwa ini hanya diberikan hukuman masa percobaan, paling tiga sampai empat bulan saja. Anehnya, di sini malah dihukum berat,” kata Sekjen Peradi Bersatu itu.

Meski tak terima dengan keputusan hakim, pihak kuasa hukum tidak mengajukan banding. Hal itu dikarenakan keluarga terpidana menerima putusan tersebut dengan lapang dada.

“Walaupun kami kecewa, tapi sebagai warga negara dan juga sebagai penegak hukum wajib menghormati putusan pengadilan,” kata dia.

Kekecewaannya atas putusan hakim ini membuatnya berharap hakim mengedepankan nurani saat memberikan putusan perkara.

“Kalau memang hukum ini tak pandang bulu, silakan tangkap semua yang terlibat di judi online itu. Bahkan tangkap juga bos-bos besarnya. Jangan cuma yang ditangkap itu orang-orang ‘kecil’ seperti mereka,” tegasnya. (Arjuna)