Ketua IAI Kepri Dukung Pendirian POLTEVARA untuk Perkuat SDM Konstruksi di Batam

Direktur POLTEVARA, Fandy Iood bersama Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Kepulauan Riau, Yusuf Danuwidjojo. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Kepulauan Riau, Yusuf Danuwidjojo menyatakan dukungannya terhadap kehadiran Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA) sebagai politeknik konstruksi swasta pertama di Indonesia.

Menurut dia, kehadiran kampus tersebut akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi dan infrastruktur, khususnya di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam keterangannya di Batam, Rabu (15/7/2026), Yusuf menyampaikan ucapan selamat kepada Direktur POLTEVARA, Fandy Iood, atas pendirian institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada bidang konstruksi tersebut.

“POLTEVARA diyakini akan memberikan manfaat besar dalam mencetak generasi unggul di bidang konstruksi dan infrastruktur. Kehadirannya di bawah kepemimpinan Fandy Iood diharapkan membawa semangat baru bagi pengembangan SDM unggul di Batam dan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Yusuf juga menilai pengalaman Fandy Iood sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (DPN APPEKNAS) menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan lulusan POLTEVARA agar mampu bersaing di dunia industri.

Sebagai organisasi profesi, IAI Kepri memiliki peran dalam membina, mengembangkan, dan mengawasi praktik keprofesian arsitek. Organisasi ini juga menyelenggarakan sertifikasi dan lisensi arsitek, pembinaan kode etik, pendidikan keprofesian berkelanjutan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan daerah.

Yusuf menegaskan, IAI Kepri siap menjalin kerja sama dengan POLTEVARA dalam berbagai bidang, termasuk memfasilitasi pembelajaran dan pengujian materi lisensi arsitek, sertifikasi keahlian sesuai ketentuan perundang-undangan, hingga penyelenggaraan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui pelatihan, lokakarya, dan pembekalan regulasi serta kode etik profesi.

Selain itu, sinergi antara IAI Kepri dan POLTEVARA diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, pengawasan proyek, hingga pengelolaan perizinan bangunan di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Kepulauan Riau.

Yusuf berharap POLTEVARA juga dapat menjadi pusat komunikasi dan kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui penerapan keahlian arsitektur yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pengembangan arsitektur Melayu sebagai identitas khas Kepulauan Riau yang harus tetap dipertahankan dalam setiap rancangan pembangunan di daerah.

Di sisi lain, IAI Kepri berkomitmen terus menjalankan fungsi pembinaan anggota melalui penguatan komunitas arsitek di tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, sekaligus mendukung regenerasi profesi melalui program bimbingan dan magang bagi calon arsitek.

Dengan kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan organisasi profesi, diharapkan lahir tenaga konstruksi dan arsitektur yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin berkembang di Batam maupun Kepulauan Riau. (ib)