
AlurNews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjajaki peluang sinergi dengan PT PLN Icon Plus untuk memperkuat konektivitas internet sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem energi hijau di wilayah kepulauan.
Peluang kerja sama itu dibahas Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menerima jajaran PLN Icon Plus di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026).
General Manager Sumatera Bagian Tengah PLN Icon Plus Pepen Efendi mengatakan, perusahaan sebagai subholding PLN di bidang telekomunikasi menyediakan layanan internet dan data untuk pemerintah maupun sektor swasta. PLN Icon Plus juga mendukung penguatan konektivitas di daerah terluar dan terjauh.
Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, Kepri Perkuat Transisi Energi Bersih
“Icon Plus merupakan subholding PLN yang bergerak di bidang telekomunikasi, menyediakan kebutuhan internet dan data, baik untuk pemerintahan maupun swasta. Kami juga mendukung daerah-daerah terluar dan terjauh,” jelas Pepen, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Selain konektivitas, PLN Icon Plus menawarkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kendaraan listrik, hingga konsep smart office untuk mendukung penggunaan energi hijau.
Pepen menyebut pengembangan PLTS dapat menggunakan sistem on grid, off grid, maupun hybrid sesuai kebutuhan. Perusahaan juga membuka peluang mengoptimalkan jaringan PLN yang telah tersedia di Kepri, termasuk di Natuna dan sejumlah pulau lainnya.
“Di Natuna dan pulau-pulau lainnya juga sudah ada beberapa peralatan. Kalau titik-titik BTS-nya sudah diketahui, kami bisa membantu melihat peluang pengembangannya,” katanya.
Gubernur Ansar menyambut baik peluang tersebut. Menurutnya, penguatan konektivitas digital dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi kebutuhan penting bagi Kepri yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Untuk pengembangan PLTS di gedung pemerintah, Ansar meminta PLN Icon Plus menyiapkan simulasi agar pemasangannya tetap menyesuaikan karakteristik bangunan, termasuk gedung dengan arsitektur Melayu.
“Untuk pemasangan, bentuk bangunan menjadi salah satu kendala jika PLTS dipasang di atap. Coba dibuatkan simulasinya, nanti bisa kita diskusikan lebih lanjut,” kata Ansar.
Ia juga mendorong sosialisasi pemanfaatan PLTS kepada masyarakat agar energi surya dapat digunakan pada rumah yang memiliki ruang instalasi memadai.
Di sektor digital, Ansar meminta PLN Icon Plus mengkaji peluang penambahan jaringan dan peningkatan bandwidth pada infrastruktur yang sudah tersedia, termasuk BTS melalui program BAKTI.
“Kita harapkan dipelajari peluang untuk menambah jaringan atau meningkatkan bandwidth yang sudah disediakan melalui BTS BAKTI,” kata Ansar.
Ansar berharap pembahasan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret untuk memperluas akses internet sekaligus mempercepat pemanfaatan energi bersih di Kepri. (red)

















