AlurNews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam membantah anggapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP), sebagai penyebab utama krisis air bersih yang terjadi di wilayah Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano mengatakan untuk data center yang telah beroperasi di kawasan yang dimaksud, sebagian memiliki sistem pengolahan air sendiri. Salah satunya berada di kawasan Kabil Industrial Estate (KIE).
“Saat ini mereka semua sedang menyiapkan SWRO. Kalau yang sudah jalan, contoh di sini, mereka dapat dari pengolahan mereka sendiri di KIE,” ujarnya, Senin (5/10/2026) malam.
Baca Juga: Warga Sambau Blokir Nongsa Digital Park, Warga: Kami Cuma Mau Air
Denny juga membantah anggapan bahwa kebutuhan air dari data center menjadi penyebab berkurangnya pasokan air masyarakat.
BP Batam juga membantah informasi adanya pasokan sebesar 160 LPS dari Waduk Duriangkang yang dialirkan khusus untuk kebutuhan data center di Nongsa.
Ia mengatakan sejumlah data center yang sedang dibangun di kawasan Nongsa belum beroperasi secara penuh. Bahkan, menurut dia, kebutuhan air dari fasilitas tersebut saat ini masih relatif kecil.
“Kalau data center seperti yang kita sampaikan, contoh Equator belum beroperasi. Kalau kondisi yang ada di sini beroperasi pun tidak begitu besar, masih sangat kecil,” jelasnya.
Denny menyebut, persoalan utama yang menyebabkan pasokan air menurun saat ini adalah kondisi kemarau yang diperparah fenomena El Nino.
Kondisi tersebut membuat debit air di Waduk Nongsa turun signifikan. Penurunan itu berdampak langsung terhadap kapasitas produksi air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, instalasi pengolahan air di Nongsa mampu memproduksi sekitar 90 liter per detik (LPS), namun saat ini produksinya hanya sekitar 25 LPS.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BP Batam kini mengandalkan dukungan pasokan dari Waduk Duriangkang. BP Batam memasang booster untuk membantu mendorong aliran air dari Duriangkang menuju wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
“Hari ini Nongsa didukung dari Duriangkang. Yang paling kuat mendukung saat ini adalah Duriangkang,” ujarnya. (Nando)

















