11 Hektare Lahan Cabai Disiapkan, Tanjungpinang Bidik Produksi 36 Ton

Kepala DPPP Kota Tanjungpinang, Robert Lukman. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang menyiapkan sekitar 11 hektare lahan untuk pengembangan cabai di empat kecamatan. Jika seluruh lahan ditanami dan menghasilkan secara optimal, program ini berpotensi menghasilkan hingga 36 ton cabai.

Kepala DPPP Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan pengembangan tersebut mendapat dukungan bantuan benih dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pemprov Kepri menyediakan benih untuk lahan seluas lima hektare, sementara bantuan pemerintah pusat turut mendukung pengembangan cabai hingga total lahan mencapai sekitar 11 hektare.

Baca Juga: Harga Cabai dan Ayam di Pasar Tanjungpinang Turun, Warga Lega

“Untuk 5 hektare itu dari provinsi membantu bibit cabai, jadi total yang akan kita sebarkan kepada kelompok tani sekitar 11 hektare,” ujar Robert, Jumat (23/10/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

DPPP menjadwalkan penanaman secara bertahap pada Juli, September, dan November, menyesuaikan kesiapan kelompok tani. Penanaman yang didukung bantuan dari pemerintah provinsi juga diarahkan untuk menjaga pasokan cabai menjelang Lebaran.

Selain memperkuat produksi melalui kelompok tani, DPPP mendorong masyarakat menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah. Benih yang tersedia di luar kebutuhan kelompok tani dapat dibagikan kepada warga agar mereka turut memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga.

“Selain menjaga ketersediaan cabai, salah satu yang kita galakkan dalam pengendalian inflasi daerah ini adalah mendorong masyarakat untuk menanam cabai sendiri,” kata Robert.

Sebelumnya, DPPP telah membagikan sekitar 900 benih cabai kepada masyarakat melalui kelurahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong penanaman cabai di lingkungan rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Saat ini, Tanjungpinang memiliki 24 kelompok tani. Sebanyak 11 kelompok berfokus pada penanaman cabai, sedangkan kelompok lainnya menanam jagung pipil.

“11 kelompok itu khusus menanam cabai, sisanya nanam jagung pipil,” kata Robert. (red)