AlurNews.com – Stamina menjadi salah satu faktor penting agar seseorang bisa berlari lebih lama tanpa cepat kehabisan tenaga. Untuk meningkatkannya, pelari perlu menerapkan kebiasaan yang tepat, mulai dari melakukan pemanasan, mengatur napas dan kecepatan, hingga menjaga asupan nutrisi serta waktu istirahat.
Stamina tidak terbentuk dalam semalam. Tubuh membutuhkan latihan yang konsisten dan peningkatan intensitas secara bertahap agar mampu beradaptasi dengan aktivitas lari. Berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan stamina agar tidak cepat lelah saat berlari, dikutip dari Hellosehat.
1. Pemanasan Sebelum Berlari
Baca Juga:Â Olahraga Malah Bikin Ngantuk? Kenali Penyebab dan Solusinya
Pemanasan membantu mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik. Lakukan gerakan dinamis, seperti mengangkat lutut, mengayunkan kaki, berjalan cepat, atau jogging ringan selama beberapa menit.
Pemanasan secara bertahap membantu tubuh beradaptasi dengan peningkatan aktivitas dan mempersiapkan otot untuk bergerak. Hindari langsung berlari dengan kecepatan tinggi ketika tubuh belum siap.
2. Atur Napas dan Kecepatan
Mengatur napas membantu pelari mempertahankan ritme selama berlari. Cobalah bernapas secara teratur dan gunakan kecepatan yang masih memungkinkan untuk berbicara dalam kalimat pendek tanpa terengah-engah.
Jangan memaksakan kecepatan sejak awal. Berlari terlalu cepat pada menit-menit pertama dapat membuat tubuh lebih cepat kehabisan tenaga. Mulailah dengan kecepatan nyaman, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
3. Kombinasikan Lari dengan Latihan Interval
Latihan interval dapat menjadi salah satu cara untuk melatih daya tahan tubuh. Metode ini mengombinasikan periode berlari dengan intensitas lebih tinggi dan periode pemulihan melalui jogging ringan atau berjalan.
Pemula bisa memulai dengan berlari ringan selama beberapa menit, kemudian berjalan untuk memulihkan napas sebelum kembali berlari. Sesuaikan durasi dan intensitas latihan dengan kondisi tubuh, lalu tingkatkan secara perlahan.
4. Tingkatkan Jarak dan Durasi secara Bertahap
Pelari perlu membiasakan tubuh berlari secara konsisten. Mulailah dengan jarak dan durasi yang sanggup diselesaikan tanpa memaksakan diri.
Setelah tubuh terbiasa, tambahkan durasi atau jarak sedikit demi sedikit. Hindari meningkatkan beban latihan secara drastis karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Berikan waktu pemulihan yang cukup agar risiko cedera dapat ditekan.
7. Jaga Asupan Nutrisi dan Cairan
Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk mendukung kebutuhan energi serta pemulihan tubuh.
Karbohidrat menjadi salah satu sumber energi utama saat berolahraga, sedangkan protein membantu proses pemulihan otot. Perhatikan pula waktu makan agar perut tidak terasa terlalu penuh ketika mulai berlari.
Selain makanan, penuhi kebutuhan cairan sebelum dan setelah latihan. Saat berlari dalam durasi panjang atau cuaca panas, kebutuhan cairan perlu diperhatikan lebih serius karena tubuh kehilangan cairan melalui keringat. (red)


















