
AlurNews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun mengingatkan kepada para pelanggan di Kundur untuk melakukan penghematan air.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut disampaikan mengingat saat ini waduk yang berada di Pulau Kundur mengalami penyusutan debit air ekstrem akibat dampak fenomena El Nino.
Selaku Direktur Peruma Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan menjelaskan, akibat penyusutan debit air saat ini, proses pendistribusian air di Pulau Kundur akan dihentikan untuk sementara waktu.
”Jumlah sambungan pelanggan di Kundur itu sekitar 800 SR. Waduk tempan yang kedalamannya 4 meter dan saat ini menyusut 3,5 meter merupakan waduk tadah hujan, sehingga tidak memiliki sumber mata air dan rawan menyusut saat curah hujan sedikit,” sebut Ferry, Minggu (16/8/2026).
Ferry menambahkan, untuk sementara ini pihaknya akan mengambil langkah pendistribusian air ke pelanggan secara bergiliran.
”Kami juga akan berkoordinasi dengan pemkab, BPBD, BMKG, BNPB dan BRIN apakah memungkinkan untuk dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk proses hujan buatan,” terangnya.
Ia juga mengatakan kondisi waduk di beberapa titik lainnya juga mengalami penyusutan, namun belum masuk kategori ekstrem.
Untuk di Pulau Karimun, waduk sei bati mengalami penyusutan 3 meter dari posisi awal 10 meter, lalu waduh pongkar menyusut kurang lebih 1 meter dari 14 meter dan waduk sentani menyusut 1 meter dari 10 meter.
Selain itu, waduk layang di Sawang mengalami penyusutan 1,5 meter dari posisi awal 5 meter, waduk sido dadi cabang Moro hanya mengalami penyusutan 50-60 cm dari kedalaman 5 meter. (Andre)

















