Ratusan Pekerja PT Ghim Li Tutup Gerbang Perusahaan, Kedatangan HRD Jadi Sorotan

Polisi melakukan pendekatan persuasif kepada para pekerja PT Ghim Li yang menutup gerbang perusahaan tersebut sebagai aksi tuntut upah dan pesangon, Sealsa (29/8/2026).

AlurNews.com – Ratusan pekerja PT Ghim Li Indonesia menutup gerbang perusahaan di Kawasan Tunas Industri, Batam Center, Kepulauan Riau, Selasa (29/9/2026). Aksi ini berlangsung di tengah belum adanya kepastian mengenai nasib pekerja setelah aktivitas produksi perusahaan disebut berhenti sejak 7 September 2026.

Suasana di lokasi sempat memanas, saat para pekerja berkumpul di depan perusahaan sambil menyampaikan orasi mengenai kondisi perusahaan serta hak-hak mereka yang hingga kini belum mendapat kepastian.

Pemicu aksi penutupan gerbang salah satunya berkaitan dengan aktivitas dua orang yang disebut sebagai HRD perusahaan, Alin dan Jandri, yang beberapa kali terlihat masuk ke area PT Ghim Li.

Baca Juga: Ratusan Pekerja PT Ghim Li Mengadu ke Pemko Batam

Salah seorang pekerja, Hasnaclara mengatakan Alin sempat datang sekitar pukul 06.00 WIB dan keluar sekitar pukul 07.00 WIB dengan membawa sebuah map berwarna merah muda.

“Tadi pagi itu Ibu Alin datang jam 6, jam 7 pagi dia keluar. Dia ke atas katanya mengambil data-data,” ujar Hasnaclara saat ditemui di lokasi, Selasa (29/9/2026) malam.

Alin yang sempat meninggalkan perusahaan, disebut kembali datang ke perusahaan pada siang hari. Saat ditanyakan mengenai keperluannya, Alin mengaku hendak mengambil data koperasi yang kemungkinan masih tertinggal di dalam perusahaan.

Keterangan tersebut kemudian dipertanyakan pekerja karena lokasi koperasi disebut berada di lantai satu, sedangkan aktivitas pengambilan data dilakukan hingga ke bagian lain gedung.

Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Yapet Ramon mengatakan pekerja sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada pihak manajemen untuk keluar masuk perusahaan.

Namun, aktivitas tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan karena alasan yang disampaikan manajemen dinilai berubah-ubah.

“Katanya mengurus terkait koperasi. Nah, ternyata koperasi itu ada di lantai satu dekat parkir sini. Mereka ke atas,” jelas Yapet ditemui di lokasi.

Menurut Yapet, saat ditanyakan pihak manajemen disebut menyampaikan bahwa mereka mengambil data untuk kebutuhan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, kata dia, pekerja meminta penjelasan mengenai data yang dimaksud.

“Ketika ditanyakan data apa itu segala macamnya terkait BPJS Ketenagakerjaan, mereka enggak bisa memberikan bukti data itu,” ujarnya.

Yapet mengatakan persoalan tersebut menjadi sensitif karena pekerja saat ini tengah menunggu kepastian mengenai sejumlah hak ketenagakerjaan.

Ia menyebut ada tiga persoalan utama yang menjadi perhatian pekerja, yakni pembayaran upah, pesangon, serta kepastian terkait jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Jaminan Hari Tua (JHT).

“Standing point-nya itu clear. Yang pertama itu adalah upah, yang kedua itu pesangon, lalu yang ketiga jaminan sosial BPJS Tenaga Kerja dan segala macam terkait dengan perpindahan kepemilikan,” jelasnya.

Menurut Yapet, pekerja juga mempertanyakan status dan tanggung jawab perusahaan setelah adanya informasi mengenai perpindahan kepemilikan PT Ghim Li.

Ia menilai persoalan tersebut perlu diperjelas agar pekerja mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan hak mereka.

Aksi pekerja mendapat pengamanan dari jajaran Polresta Barelang dan Polda Kepulauan Riau.

Kabag Ops Polresta Barelang, AKP Arbi Guna Bimantara mengatakan sekitar 70 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situasi di lokasi.

“Untuk pengamanan kurang lebih sekitar 70 personel gabungan dari Polresta maupun Polda,” ujarnya.

Menurut dia, personel yang diterjunkan terdiri dari sejumlah unsur pengamanan, termasuk Polwan, personel Intelkam, dan Samapta.

Pengamanan dilakukan setelah adanya informasi mengenai dua orang yang disebut sebagai HRD PT Ghim Li yang sempat masuk ke area perusahaan dan kemudian dimintai keterangan oleh pekerja.

“Ini terkait adanya dua karyawan yang tadi sempat dimintai keterangan atau ditanya-tanya oleh karyawan dari PT Ghim Li. Dua karyawan itu HRD dari PT Ghim Li,” ujarnya.

Polisi saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan melakukan komunikasi bersama pihak pekerja dan pengurus serikat.

“Kami lebih mengedepankan kegiatan pengamanan dari rekan-rekan kita yang preemtif,” katanya. (Nando)