RDP Soal Tagihan Air Batal, PT Moya Tak Hadir

Ruang RDP Komisi I DPRD Kota Batam. Ft.istimewa

,AlurNews.com,BATAM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait lonjakan tagihan air PT Moya Indonesia batal digelar. Komisi I DPRD kota Batam sebelumnya telah menjadwalkan RDP tersebut pada hari ini, Kamis, 7 Januari 2021, sekira pukul 10:00 Wib.

Salah satu staf di Komisi I DPRD kota Batam mengungkapkan, bahwa pihak PT Moya Indonesia meminta RDP tersebut diundur dengan waktu yang belum diketahui. “Belum ada yang datang, orang PT Moya nya pasti ngak datang. Mereka minta di undur rapatnya,” ungkapnya.

Baca: Apa Tak Sesak Nafas, Tagihan Air PT Moya dari 55 Ribu jadi 10 Juta, Pelanggan: Jadi Rindu ATB

Baca: Sejak PT Moya, Tagihan Air Menggila, Naik hingga 22 Kali Lipat

Diundurnya rapat dengar pendapat tersebut belum diketahui pasti alasannya. Namun, menurut informasi. PT Moya Indonesia lebih memilih untuk hadir terlebih dahulu dalam konferensi pers di BP Batam pada pukul 14:00 Wib hari ini.

Sebelumnya, Dalam undangan RDP yang dilayangkan DPRD Batam, tertulis jadwal yang ditentukan pada Kamis, (7/01/2021) pukul 10.00 Wib.

Komisi 1 DPRD Batam mengundang PT Moya dalam hal mengadakan rapat dengar pendapat umum mengenai pelayanan public terhadap tagihan air konsumen yang tidak wajar, serta hal-hal lain yang dianggap perlu.

RDP yang batal digelar tersebut, buntut dari tagihan air PT Moya Indonesia yang menggila. Banyak pelanggan yang mengeluh akibat kenaikan yang begitu parah.

Dalam berita sebelumnya, Evi warga Batam mengungkapkan lonjakan tagihan air miliknya yang menggila. Evi mengaku, tagihan airnya di bulan November masih berkisaran Rp. 86.550.00. namun di bulan Desember, tagihan air nya melonjak naik hingga Rp. 319.050.00.

“Parah naiknya. Ini tagihan air tak masuk akal. Tagihan air yang membuat kita menjerit. Terus kemana lagi kita mau ngadu. BP Batam kemana? Inikah yang namanya pengelolaan air yang terbaik?,” kata Evi.

Evi juga menceritakan, selain tagihan air miliknya yang mengalami kenaikan parah. Salah satu warga Sagulung juga mengalami hal yang lebih parah.

“Bukan punya saya saja. Tapi ada warga Sagulung yang lebih parah. Di bulan November masih bayar 55 ribu. Bulan Desember naik tajam sampai 10 juta lebih. Apa Tak Sesak Nafas, November masih 55 Ribu, Desember Tembus 10 Juta,” ungkapnya.

Selain Evi, ada pula Roy salah satu warga batam yang juga mengeluh akibat kenaikan tersebut, dulu dipegang oleh PT ATB, tagihan airnya tak pernah mengalami kenaikan parah. Namun sejak di kelola oleh PT Moya Indonesia. Ia pun kaget bukan main. Tagihan Air nya naik 750 persen.

“Dulu saya sering bayar paling 33 ribu. Tapi sekarang sampai 247 ribu. Gila banget!,” ungkap Roy.

Atas kenaikan itu, Roy merasa kecewa. Kehadiran PT Moya Indonesia yang diharapkan lebih baik daripada ATB. Malah menghadirkan beban berat bagi dia selaku pelanggan.

Lebih lanjut, Roy mengaku, akibat kenaikan tagihan Air yang menggila itu. Ia pun memutuskan untuk menunda pembayaran. “Malang nasibnya kita rakyat jelata ini. Malam tahun baru banyak pengeluaran. Saya sampai gak jadi bayar, kurang duitnya,” ungkap dia lagi.

Kehadiran PT Moya Indonesia yang dinilai kurang tepat mengelola Air bersih di Batam. Membuatnya rindu akan kehadiran PT ATB. “Tiba-tiba Jadi rindu ATB, kata Roy.

Baca: Buntut Tagihan Air Yang Menggila, Kadin Batam Panggil PT Moya Besok

Roy menambahkan, bahwa pihaknya telah mengadukan hal kenaikan tagihan air miliknya ke PT Moya Indonesia. Namun, jawaban dari PT Moya Indonesia dinilainya kurang masuk akal.

“Kata mereka, takutnya ada yang bocor. Padahal dirumah selalu ada orang. Kok bocor ramai-ramai. Kan bukan saya saja yang mengalami kenaikan. Tapi merata,” ucapnya.

“Inikah solusi dari BP Batam untuk kami sebagai masyarakat kecil di Batam?,” tambahnya.

(Red)