Wacana Pembubaran KASN Mengemuka, Dianggap Tak Punya Taji, Contohnya Saat Pilkada

Anggota DPR Guspardi Gaus.(foto ist)

JAKARTA, AlurNews.com – Wacana pembubaran KASN mencuat. KASN dinilai tak efektif. Salah satunya saat pilkada sarat pelanggaran netralitas ASN, namun lembaga itu tak ada taji.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mendukung wacana pembubaran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Dia menilai, kinerja lembaga nonstruktural itu sejak dibentuk pada 18 September 2014 cenderung kurang efektif dan tumpah tindih dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

“Ketika pemilu, KASN seharusnya aktif, bukan pasif, mengingat pemilu itu sarat pelanggaran yang dilakukan ASN. Jadi, kalau memang tugas fungsinya tidak berjalan dengan optimal, karena kewenangannya banyak yang tumpang tindih dan bikin dana mubazir buat apa dipertahankan,” kata Guspardi dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (17/4).

Pada sisi lain, menurut dia, KASN diharapkan turut memberikan pengawasan terhadap penerapan kode etik perilaku dan netralitas ASN sesuai kewenangannya, utamanya dalam menghadapi perhelatan pilkada.

Namun, dia menilai fungsi KASN sering tidak berjalan dan juga berbagai permasalahan lainnya, seperti penataan manajemen dan pengawasan kinerja ASN.

“Banyak laporan dari para ASN di daerah yang tidak bisa tuntas penyelesaian terhadap berbagai masalah yang dilaporkan. Itu disebabkan KASN tidak punya kewenangan mengeksekusi dan terbatas hanya sampai rekomendasi saja,” ujarnya pula.

Guspardi mengaku setuju apabila tugas dan kewenangan KASN dilebur atau diintegrasikan kepada Kementerian PAN-RB di tingkat pusat.