Anggota Fraksi Gerindra Bantah Dugaan Intimidasi Laporan PMII ke BK DPRD Batam

Sekretaris Komisi I DPRD Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas. Foto: Gerindra.id

Alurnews.com – Sekretaris Komisi I DPRD Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas angkat bicara terkait dugaan intimidasi yang disebutkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Batam setelah memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam, Selasa (7/7/2026) lalu.

Disebutkan sebagai satu dari dua anggota Fraksi Gerindra yang melakukan intimidasi, Anwar membantah hal tersebut dan meminta agar pihak mahasiswa kembali mengamati arti dari istilah intimidasi yang disebutkan sebelumnya.

“Coba ditelaah kembali KBBI, apa arti dari kata intimidasi. Intimidasi seperti apa yang kami lakukan, apakah kami ada melarang dan meminta mereka cabut laporan,” jelasnya melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026) sore.

Baca Juga: Laporkan Dugaan Eksploitasi Anak di Pawai MBG, PMII Batam Klaim Diintimidasi Anggota DPRD

Anwar melanjutkan, pertemuan dengan pihak mahasiswa setelah pemeriksaan di BK DPRD Batam adalah kebetulan. Saat itu, Anwar beserta satu rekannya dari Fraksi Gerindra tengah menuju musala.

“Saya sama Anang mau salat, lalu melihat adik-adik itu. Saya hampiri karena sebelumnya mereka turun di wilayah kerja saya. Saya hanya mengajak berbicara dan bertanya kenapa mereka menggambarkan saya seperti sosok yang tertutup. Hanya sebatas itu,” ujarnya.

Terkait proses yang sedang berjalan di BK DPRD Batam, Anwar mengaku belum dapat memberikan penjelasan secara rinci karena masih menghormati mekanisme pemeriksaan.

Ia mengatakan akan menyampaikan keterangan lebih lengkap setelah proses di BK selesai agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan perbedaan dengan keterangan pihak lain.

“Untuk lebih detailnya nanti setelah proses di BK selesai. Biar sama dengan teman-teman media yang lain juga,” katanya.

Sebelumnya, PMII Batam mengaku mendapat intimidasi dari dua anggota DPRD Kota Batam setelah melaporkan dugaan eksploitasi dan manipulasi anak dalam pawai yang dikaitkan dengan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Sekretaris PMII Batam Hidayatuddin, dua anggota DPRD yang ditemui menyampaikan keberatan atas laporan yang dilayangkan PMII karena dinilai telah berdampak pada nama baik mereka beserta keluarga.

“Mereka sampaikan bahwa tindakan kami sudah menganggu. Laporan soal eksploitasi anak. Salah satu anggota DPRD itu menyebut juga punya anak, dan kena imbas hingga di-DM dan dihujat di media sosial,” ujar Hidayatuddin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2026)

Sementara itu, Ketua BK DPRD Kota Batam, Muhammad Fadli membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan keterlibatan anggota DPRD dalam pawai yang mendukung program MBG.

Ia mengatakan BK telah memeriksa empat perwakilan PMII Batam dan akan memanggil para anggota DPRD yang dilaporkan.

“Kemarin sudah memeriksa empat perwakilan PMII Batam. Kami kini bersiap memanggil para legislator yang dilaporkan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/7/2026). (Nando)