
AlurNews.com – Para pelaku perjalanan bisnis di Batam, Kepri mengeluhkan aturan PCR yang berlaku di seluruh Pelabuhan Feri Internasional yang ada di Batam.
Aturan yang diberlakukan pemerintah Indonesia, bagi para pelaku perjalanan laut dari Singapura dan Malaysia ke Kota Batam ini, dianggap memberatkan dari sisi biaya, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelaku perjalanan.
“Terutama pelaku perjalanan bisnis, aturan PCR ulang di Batam ini sangat tidak nyaman. Karena di Singapura sebelum diizinkan naik ke kapal, wajib sudah melampirkan keterangan hasil PCR,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, Senin (4/4/2022).

Rafki juga menjelaskan, saat ini otoritas Singapura bahkan telah memberikan kelonggaran bagi warga Indonesia, yang masuk melalui jalur laut.
Di mana saat ini, para pelaku perjalanan wisata ataupun bisnis melalui Batam, juga cukup hanya membawa surat keterangan hasil antigen, yang diakui berlaku selama dua hari.
“Dan di sana kita tidak perlu melakukan tes ulang lagi. Kalau Singapura berani beri kelonggaran kenapa Indonesia tidak,” ujarnya.
Perihal ini sendiri diakuinya telah disampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Batam, dan Imigrasi Kota Batam.
Namun kedua instansi tersebut, diakuinya menyebutkan bahwa kewenangan ini merupakan tugas dan fungsi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang dinaungi oleh Kementerian Kesehatan.
Pihaknya sendiri, berharap agar ke depan pemerintah pusat dapat memberi kelonggaran bagi pelaku perjalanan laut baik dari Singapura dan Malaysia yang akan masuk ke Batam.
“Khusus Batam saja, semoga ke depan ada kelonggaran syarat perjalanan kembali baik dari Singapura dan Malaysia,” harapnya.
Apindo Batam berharap bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masuk Batam lewat laut baik dari Singapura atau pun Malaysia, cukup tes antigen.
“Dan tidak perlu dua kali. Karena jarak perjalanan relatif singkat dan tidak ada transit dimana-mana. Antigen bisa dilakukan di Singapura sebelum berangkat atau di Batam ketika datang. Dengan begitu pariwisata kita akan lebih cepat bangkit,” kata Rafki.















