Lahan Fasum Mau Dibangun SLBN 2 Batam, Warga di Batuaji Menolak!

Proyek pembangunan SLBN 2 Batam di LPSE Kepri. (Foto: tangkapan layar website LPSE Kepri)

AlurNews.com – Warga Perumahan Taman Pesona Indah (TPI) RW 09, Tanjunguncang, Batuaji menolak penggunaan lahan fasilitas umum (fasum) guna rencana pembangunan SLB Negeri II (2) Batam oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.

Ketua RW 09, Achmad Bin Abdul Gani menyebut, penolakan datang dari semua warga dari RT 01 hingga 06. Warga menilai lahan fasum dan fasos tersebut satu-satunya di Perumahan TPI.

“Jadi kalau itu bangun sekolah, ke mana lagi kami berkumpul kalau ada acara atau anak-anak kami bermain,” ujarnya.

Achmad mengaku tak menolak pembangunan sekolah, namun menyarankan pemerintah menggunakan lahan kosong di luar pemukiman mereka.

“Kalau mau bangun sekolah carilah lahan kosong di luar. Jangan dalam perumahan seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari salah satu narasumber yang tidak ingin dicatut identitasnya. Menyebut adanya dugaan maladministrasi.

Salah satunya terkait status tanah yang dianggap belum clear and clean, sebelum proses lelang selesai dilakukan.

“Harusnya, status tanah itu clear and clean dahulu. Baru dilakukan proses lelang. Ada lahan yang masih milik developer belum dihibahkan ke Pemprov. Dugaan lain status lahan belum mendapat alokasi dari BP Batam, tapi sudah akan digarap,” terangnya.

Parahnya lagi, menurut dia bahwa dalam melakukan perencanaan tentu pihak pemerintah yakni Disdik Kepri diduga telah mengeluarkan anggaran dana.

“Tentu, kuat dugaan dana untuk perencanaannya sudah keluar. Karena kalau tidak salah itu sudah selesai tander dan sudah kontrak. Padahal, status lahan belum jelas. Ini kan berbahaya,” beber sumber AlurNews.com.

Sumber ini juga menambahkan, bahwa persoalan lahan yang belum clear and clean namun akan dibangun gedung sekolah diduga tidak hanya pada SLBN 2 Batuaji.

“Dugaannya bukan itu saja. Ada beberapa itu. SMAN dan SMKN. Status lahannya belum mendapatkan alokasi dari BP Batam ke Disdik Kepri tapi Disdik Kepri sudah melakukan tander proyek dan sudah selesai tandernya. Ini kan berbahaya,” ungkapnya. (Nando)