Upaya UP PLTU Perkuat Kelistrikan di Karimun: Pastikan Pasokan Batu Bara Aman hingga Bakal Bangun PLTS

PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun memastikan pasokan atau stok batu bara untuk mesin pembangkit tetap aman. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjung Balai Karimun memastikan pasokan atau stok batu bara untuk mesin pembangkit tetap aman.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya kabar atau isu mengenai keterbatasan stok batu bara sehingga menyebabkan pemadaman listrik yang terjadi di Karimun akhir-akhir ini.

‎”Kami pastikan stok batu bara aman, saat ini pengiriman batu bara juga masih berjalan sekitar 5.000 ton dari Palembang, dan itu cukup untuk 20 hari ke depan. Kemudian ini akan datang lagi dan terus berkelanjutan, jadi tidak pernah putus,” ungkap Manager UP PLTU Karimun, Riki Aditiyawarman, Kamis (16/7/2026).

Riki menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini sebagai langkah pengaturan pembebanan (manajemen beban) pembangkit oleh ULP Tanjung Balai Karimun.

Kata dia, unit PLTU 1 juga sempat mengalami trip sekitar 1,5 jam, namun setelah itu langsung synchron dan kembali full load.

Ia mengakui kondisi pembangkit yang jumlahnya pas-pasan namun tetap dipaksakan menyala demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat akan rentan menimbulkan risiko bagi pembangkit tersebut.

‎”Seharusnya mesin PLTU unit 2 sudah harus masuk perawatan, cuman karena cuaca saat ini cukup panas dan penggunaan listrik masih tinggi, ditambah lagi jumlah pembangkitnya pas-pasangan maka perawatan ditunda dahulu,” terangnya.

Selain itu, dalam upaya memperkuat kelistrikan di Karimun, PLTU Karimun bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam waktu dekat.

‎”PLTS ini bantuan dari pusat, nantinya akan dipersiapkan untuk mencukupi kebutuhan listrik saat beban puncak,” tuturnya.

Riki menyebutkan mesin PLTS tersebut akan mulai dibangun pada bulan September 2026 dengan kapasitas daya yang dihasilkan mencapai 2,5 MegaWatt (MW) dan ditargetkan beroperasi akhir tahun. (Andre)