
AlurNews.com – BTN KEPRI MoonRun 2026 menargetkan 3.100 peserta untuk meramaikan ajang lari malam di Kota Tanjungpinang pada 13–14 November 2026. Kegiatan ini memadukan olahraga dengan penjelajahan destinasi bersejarah untuk memperkuat promosi wisata budaya Kepulauan Riau.
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau bersama BTN Tanjungpinang dan sejumlah instansi terkait mematangkan persiapan melalui rapat koordinasi menjelang pelaksanaan kegiatan.
Mengusung tema “BTN KEPRI MoonRun, Perpaduan Regenerative Cultural Heritage Tourism”, ajang yang memasuki penyelenggaraan kedua ini menyediakan kategori lari 5K dan 10K. Panitia berharap peserta tidak hanya berasal dari Tanjungpinang, tetapi juga dari Batam dan berbagai daerah lain di Kepri.
Baca Juga: Tinggi Peminat, BTN Moonrun Direncanakan Jadi Event Tahunan
Peserta akan memulai dan mengakhiri lomba di Gedung Daerah Tanjungpinang. Sepanjang rute, mereka akan melewati sejumlah ikon kota, di antaranya Gedung Gonggong, kawasan Tepi Laut Gurindam 12, Tugu Sirih, Museum Sultan Badrulalamsyah, Vihara Bahtra Sasana 1857, Gereja Ayam, serta sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Lama.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengatakan MoonRun tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga mengajak peserta mengenal dan menghargai warisan budaya daerah.
Hasan mengatakan BTN KEPRI MoonRun bukan sekadar lari malam, melainkan ajang linkage tourism yang mengajak peserta mencintai, menikmati, sekaligus menjaga warisan budaya Kota Tanjungpinang.
“Kami ingin Tanjungpinang tampil sebagai kota warisan yang hidup, aman, nyaman, dan membanggakan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Hasan, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan peserta, panitia berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tim medis dan ambulans. Persiapan juga mencakup perbaikan lampu jalan yang tidak berfungsi, penanganan jalan berlubang, dan penempatan marshal di sepanjang rute.
Panitia turut menyiapkan atraksi budaya dan hiburan, seperti Joget Dangkong, kompang, Tari Minang, drumband, barongsai, pertunjukan grup band, dan DJ. Bazar kuliner yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan hadir untuk memberi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, sejumlah ruas jalan pada lintasan lomba akan ditutup sementara. Panitia meminta masyarakat memahami pengaturan tersebut demi kelancaran acara dan keselamatan peserta.
Melalui BTN KEPRI MoonRun 2026, pemerintah daerah berharap promosi wisata budaya semakin luas, kunjungan wisatawan meningkat, dan pelaku UMKM memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan. (red)
















