Alurnews.com, Batam — Layanan Paspor Merdeka yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Dalam pelaksanaannya pada Sabtu (8/8/2026), sebanyak 204 permohonan paspor diterima dan dapat dilanjutkan ke tahap proses penerbitan.
Layanan khusus dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka di dua Unit Layanan Paspor (ULP), yakni ULP Harbour Bay dan ULP Mall Botania 2 (MB2).
ULP Harbour Bay mencatat 113 permohonan yang dapat diproses. Dari jumlah tersebut, 41 permohonan diajukan melalui aplikasi M-Paspor, sedangkan 72 permohonan dilakukan secara walk-in.
Sementara itu, ULP MB2 menerima 91 permohonan, terdiri atas 33 permohonan melalui M-Paspor dan 58 permohonan walk-in. Tingginya jumlah pemohon di kedua lokasi menunjukkan besarnya minat masyarakat memanfaatkan layanan paspor yang digelar bertepatan dengan momentum kemerdekaan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Bagi kami, memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan profesional merupakan bagian dari kontribusi Imigrasi dalam mengisi kemerdekaan melalui pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Wahyu.
Menurutnya, Paspor Merdeka tidak sekadar menjadi agenda peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum bagi jajaran Imigrasi Batam untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Pelaksanaan layanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dalam menyambut Hari Kemerdekaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Imigrasi Batam berkomitmen melanjutkan pengembangan inovasi pelayanan yang adaptif, dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas.
“Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan Paspor Merdeka menjadi salah satu indikator bahwa inovasi pelayanan yang dekat dengan kebutuhan publik mendapat respons positif,” jelasnya.


















