Fandy Iood Terpilih Aklamasi Pimpin APPEKNAS Indonesia Periode 2026-2031

Fandy Iood terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pelaksana Konstruksi Nasional (APPEKNAS) Indonesia periode 2026-2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) APPEKNAS 2026 yang digelar di Hotel Shankee Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Fandy Iood terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pelaksana Konstruksi Nasional (APPEKNAS) Indonesia periode 2026-2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) APPEKNAS 2026 yang digelar di Hotel Shankee Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

Munas APPEKNAS 2026 mengusung tema “Transformasi Badan Usaha Kontraktor yang Adaptif, Profesional, dan Berintegritas sebagai Pilar Utama Kemajuan Industri Konstruksi Indonesia.”

Forum tertinggi organisasi tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Kepolisian Republik Indonesia, instansi negara, LPJK, BUMN, asosiasi dan organisasi, KADIN Indonesia, badan usaha jasa konstruksi, serta para undangan.

Hadir pula Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, seluruh pengurus DPN, perwakilan provinsi, kabupaten/kota, para senior, mitra, serta keluarga besar APPEKNAS.

Munas APPEKNAS ke-IV menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Sejumlah agenda strategis dibahas dan disahkan, di antaranya perubahan AD/ART APPEKNAS, pemilihan dan pengesahan Ketua Umum APPEKNAS Indonesia periode 2026-2031, serta pengesahan Indonesia Construction Blueprint 2031.

Selain itu, Munas mengesahkan program besar APPEKNAS menuju “Rumah Besar Konstruksi 2031” dan meluncurkan kolaborasi digital APPEKNAS-Telkomsel Kisel melalui konsep Digital Platform Triangle, yang mempertemukan project owner, kontraktor, dan supplier dalam satu ekosistem industri konstruksi.

Munas juga dirangkaikan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra strategis, baik dalam bidang teknologi, pendidikan, bisnis, pembiayaan, maupun pengembangan ekosistem konstruksi.

Dalam sambutannya, Fandy Iood menegaskan bahwa Munas tidak boleh hanya dimaknai sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus menjadi titik awal transformasi besar APPEKNAS.

“Munas ini bukan hanya forum untuk menentukan kepemimpinan periode berikutnya. Munas ini harus menjadi titik awal lompatan baru APPEKNAS,” kata Fandy.

Menurutnya, APPEKNAS lima tahun ke depan harus mampu menjawab kebutuhan nyata para anggotanya. Organisasi tidak cukup hanya menyediakan layanan administrasi dan sertifikasi, tetapi juga harus mampu membuka akses terhadap peluang proyek, pembiayaan, teknologi, pengetahuan, mitra bisnis, serta jaringan usaha.

“Kita tidak boleh hanya menjadi tempat berhimpun. Kita harus menjadi tempat anggota bertumbuh,” tegasnya.

Fandy juga mengajak seluruh jajaran APPEKNAS mengubah ukuran keberhasilan organisasi. Keberhasilan, kata dia, tidak lagi hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan bagi anggota.

“Berapa besar manfaat yang sudah kita ciptakan? Berapa anggota yang memperoleh peluang usaha? Berapa yang mendapat akses pembiayaan? Berapa yang naik kelas? Berapa kolaborasi dan konsorsium yang terbentuk? Berapa besar nilai ekonomi yang tumbuh karena APPEKNAS?” ujarnya.

Ia menegaskan, APPEKNAS harus bergerak dari organisasi yang berorientasi kegiatan menjadi organisasi yang berorientasi dampak, sekaligus menjadi penggerak ekosistem bisnis konstruksi Indonesia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, APPEKNAS telah menyiapkan Blueprint Transformasi APPEKNAS 2031 dengan enam mesin pertumbuhan utama, yakni APPEKNAS Academy, Business & Project Marketplace, Funding & Investment Center, Digital & AI Platform, Policy Institute & Think Tank, serta Global Partnership Hub.

Keenam mesin pertumbuhan tersebut dirancang menjadi satu sistem yang saling memperkuat untuk meningkatkan daya saing anggota dan memperluas kontribusi APPEKNAS terhadap pembangunan nasional.

Fandy menekankan bahwa keberhasilan blueprint tersebut tidak semata-mata bergantung pada dokumen strategi, tetapi pada komitmen seluruh jajaran organisasi untuk menjalankannya.
“Blueprint tidak akan mengubah APPEKNAS. Kita yang akan mengubah APPEKNAS,” katanya.

Dalam tata kelola baru yang dirancang, DPP akan berperan sebagai arsitek strategi dan pembangun sistem nasional. Sementara DPD menjadi penggerak ekosistem konstruksi di setiap provinsi, dan DPC menjadi ujung tombak yang memahami kebutuhan anggota serta peluang usaha di wilayah masing-masing.

Fandy juga mengingatkan agar APPEKNAS tidak lagi terlalu bergantung pada figur tertentu. Menurutnya, organisasi harus dibangun berdasarkan sistem, data, tata kelola, kolaborasi, dan profesionalisme.

“Jabatan di APPEKNAS bukan sekadar kehormatan. Jabatan adalah amanah untuk menciptakan manfaat,” tegasnya.

Ia berharap kepemimpinannya bersama seluruh jajaran pengurus periode 2026-2031 mampu meninggalkan organisasi yang lebih kuat dibandingkan saat menerima amanah.
“Ketika masa jabatan kita selesai, apakah APPEKNAS yang kita tinggalkan lebih kuat daripada APPEKNAS yang kita terima?” ujar Fandy.

Ia menambahkan, Blueprint Transformasi APPEKNAS 2031 dirancang untuk berjalan lintas kepengurusan. Dengan demikian, setiap periode kepemimpinan diharapkan menjadi mata rantai yang meneruskan dan memperkuat perjalanan organisasi, bukan kembali memulai dari nol.
Fandy optimistis APPEKNAS tidak harus menjadi asosiasi dengan jumlah anggota terbesar untuk menjadi organisasi yang berpengaruh.

“Kita mungkin belum menjadi asosiasi terbesar hari ini. Tetapi kita bisa menjadi asosiasi yang paling relevan. Kita mungkin belum memiliki anggota terbanyak. Tetapi kita bisa menjadi asosiasi yang memberikan manfaat terbesar,” ujarnya.

Ia meyakini, ketika anggota merasakan manfaat nyata, kepercayaan akan tumbuh, anggota baru akan datang, mitra semakin percaya, investor tertarik, dan pemerintah akan melihat APPEKNAS sebagai mitra strategis.

“Karena itu, saya mengajak seluruh insan APPEKNAS: mari kita satukan visi, hilangkan ego sektoral, bangun budaya kolaborasi, jalankan blueprint ini dengan disiplin, dan buktikan bahwa Munas ini benar-benar menjadi awal dari lompatan besar APPEKNAS,” katanya.

Fandy menutup sambutannya dengan menegaskan arah transformasi APPEKNAS: “Dari organisasi menjadi institusi. Dari kegiatan menjadi dampak. Dari jaringan organisasi menjadi jaringan ekonomi.”

“Satu visi. Satu arah. Satu APPEKNAS. Kita bangun APPEKNAS yang memberikan manfaat besar bagi anggota, industri konstruksi, dan pembangunan Indonesia,” tutupnya.

APPEKNAS 2031 — Tumbuh Bersama, Membangun Indonesia.
Dari Anak Negeri untuk Indonesia.