
AlurNews.com – Antrean kendaraan truk untuk mendapatkan BBM jenis Solar yang sempat mengular di sejumlah SPBU Kota Tanjungpinang dalam beberapa hari terakhir kini mulai normal. Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan penyaluran Solar kembali berjalan lancar berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang bersama pihak SPBU juga memastikan transaksi Solar tetap berlangsung sesuai ketentuan, termasuk kuota 60 liter per hari bagi kendaraan truk.
Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang Riany mengatakan, kondisi antrean mulai membaik. Berdasarkan pemantauan, antrean panjang tidak lagi terlihat di SPBU Kilometer 7 maupun Kilometer 3.
Baca Juga: Nasib Pelantar Kuning Tanjungpinang Segera Dibahas Pusat
“Pertama ada beberapa konsumen baru karena naiknya harga Dexlite mereka pindah ke Solar, jadi banyak juga kendaraan umum yang memengaruhi. Kedua, dapat informasi ada SPBU di Batu 3 rusak,” terang Riany, Rabu (9/9/2026).
Menurut Riany, salah satu faktor yang memicu peningkatan antrean ialah bertambahnya konsumen yang beralih dari Dexlite ke Solar setelah terjadi kenaikan harga Dexlite. Kondisi tersebut membuat permintaan Solar meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Meski sempat terjadi antrean, Disdagin memastikan penyaluran Solar saat ini kembali sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, ketersediaan LPG 3 kilogram di Tanjungpinang juga masih terjaga. Disdagin belum menemukan kendala pasokan maupun kelangkaan di lapangan.
“Gas 3 Kg alhamdulillah sampai saat ini lancar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, tidak ada kelangkaan dan harga masih sesuai dengan HET Rp18 ribu,” ujar Riany. (red)
















