
AlurNews.com – Loola Eco Adventure Resort melalui Yayasan Loola Komunitas memperluas program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) di Kota Tanjungpinang. Tahun ini, yayasan tersebut menargetkan pembangunan 300 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bagi masyarakat pesisir.
Sebanyak 100 unit IPAL akan dibangun pada September 2026 di kawasan Senggarang dan Kampung Bugis. Program ini menjadi bagian dari upaya Loola membantu meningkatkan sanitasi sekaligus menjaga kesehatan dan lingkungan masyarakat.
Koordinator Kehumasan Yayasan Loola Komunitas Jaya Putra mengatakan program WASH telah menjadi bagian dari kepedulian Loola terhadap persoalan sanitasi dan lingkungan. Program tersebut juga telah berjalan sejak 2024.
Baca Juga: Ikatan Pemuda Karya Kepri dan Batam Bergerak Jaga Lingkungan Pesisir
“Loola memiliki program kerja untuk mengentaskan kesulitan warga dalam hal sanitasi sehat dan kelestarian lingkungan. Kami juga telah memiliki modul dan program yang disisipkan dalam kegiatan tamu kami untuk komunitas,” kata Jaya, Rabu (16/9/2026) dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Pembangunan IPAL menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan sejumlah yayasan di Singapura yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
Selain membangun fasilitas sanitasi, Yayasan Loola Komunitas melibatkan warga penerima manfaat dalam pengerjaan proyek. Pemilik rumah atau warga yang ditunjuk dapat bekerja sebagai tukang maupun kepala tukang dan memperoleh upah dari pekerjaan tersebut.
“Tidak hanya membangun sanitasinya, perusahaan dan yayasan ingin memberdayakan masyarakat setempat. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2024. Di tahun ini kita menargetkan pelaksanaan program di 300 titik,” terang Jaya.
Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan Pemko akan membantu menyediakan dan menghimpun data warga penerima manfaat di kawasan pesisir.
Menurut Lis, program WASH sejalan dengan master plan sanitasi Kota Tanjungpinang. Pemko juga menyiapkan dukungan anggaran untuk mengembangkan program tersebut pada 2027.
“Kita juga mengharapkan apa yang dilaksanakan oleh Yayasan Loola ini, juga dapat dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Upaya pembangunan kesehatan masyarakat dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, sebagai bentuk kepedulian korporasi terhadap lingkungan,” ungkap Lis.
Lis juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Loola Komunitas atas kontribusinya dalam membantu pemerintah memperluas akses sanitasi sehat bagi masyarakat pesisir. (red)

















