Walau demikian, saat ini Andi Agung juga menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di SMKN 9 Batam masih berjalan lancar, walau sebelumnya para siswa sempat merasa terganggu dengan aktifitas pemasangan pagar yang mengelilingi wilayah sekolah.
“Proses belajar masih berjalan lancar, tidak ada pengaruh dari penyerobotan lahan dari pihak perusahaan itu. Anak-anak tetap beraktivitas seperti biasa,” jelas Andi Agung.
Sebelumnya, pihak SMKN 9 Batam meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat melakukan tindakan nyata guna menyelamatkan wajah pendidikan di Kepulauan Riau (Kepri).
baca juga: SMAN 21 Batam Terancam Amblas Akibat Longsor
Hal ini ditegaskan Kepala Sekolah SMKN 9 Bayam, Agus Sahrir yang menyebut bahwa permasalahan ini berawal dari pematokan yang dilakukan oleh PT Cidi Pratama pada Kamis (2/3/2023) kemarin, sebagai tindak lanjut klaim kepemilikan lahan seluas lebih kurang 3000 m² dan berada di area sekolah.
“Kemarin pagi sekitar jam 10.00 WIB, ada yang menyebut perwakilan perusahaan memasang pagar di area sekolah. Mereka menyebut bahwa lahan ini adalah milik perusahaan,” jelasnya melalui sambungan telepon, Jumat (3/3/2023).
















